Video Diklaim PM Jepang Siap Bantu AS dan Israel Serang Iran, Faktanya Menyesatkan

Video Diklaim PM Jepang Siap Bantu AS dan Israel Serang Iran, Faktanya Menyesatkan

Sebuah video yang beredar di media sosial disertai narasi bahwa Perdana Menteri Jepang menyatakan siap membantu Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang serta “menumbangkan” Iran. Narasi itu juga menyebut perang antara Iran melawan AS dan Israel tidak menemukan titik damai.

Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut menyesatkan. Sosok yang tampil dalam video bukan Perdana Menteri Jepang, melainkan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.

Koizumi muncul dalam konferensi pers pada 28 Februari 2026. Pernyataannya terkait situasi setelah serangan Israel-AS ke Iran, dan konferensi pers itu disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Pertahanan Jepang. Adapun sejak Oktober 2025, jabatan Perdana Menteri Jepang dipegang Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP).

Dalam konferensi pers tersebut, Koizumi menyampaikan bahwa Perdana Menteri Takaichi memerintahkan para menteri untuk mengumpulkan informasi dan menjamin keselamatan warga negara Jepang di Timur Tengah. Koizumi juga menegaskan penolakannya terhadap pengembangan senjata nuklir Iran. “Kami giat mengumpulkan informasi warga negara Jepang di Timur Tengah. Namun, pengembangan senjata nuklir Iran tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun demi menjaga rezim nonproliferasi nuklir internasional,” ujar Koizumi.

Seorang reporter sempat menanyakan sikap Koizumi terkait serangan Israel-AS terhadap Iran yang memicu perang. Koizumi menyatakan dukungan terhadap langkah Amerika Serikat karena menolak pengembangan senjata nuklir Iran. Namun, berdasarkan transkrip pidato di situs resmi Kementerian Pertahanan Jepang, tidak ditemukan pernyataan bahwa Jepang akan ikut menyerang Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi dilaporkan mengimbau Iran menempuh jalur diplomasi sebagai respons atas serangan Israel dan Amerika Serikat pada 2 Maret 2026, dengan tujuan meredam konflik di kawasan. Takaichi juga disebut menyampaikan dukungan kepada AS saat bertemu Donald Trump di Washington pada 19 Maret 2026, meski belum ada informasi mendetail mengenai bentuk dukungan Jepang.

Dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan, Takaichi menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran. “Saya akan menilai waktu yang tepat untuk mengadakan pembicaraan berdasarkan kepentingan nasional dari sudut pandang yang komprehensif,” kata Takaichi dalam pertemuan dengan Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Jepang pada 30 Maret 2026.

Dengan demikian, klaim bahwa Perdana Menteri Jepang menyatakan akan turut menyerang Iran bersama AS dan Israel tidak sesuai fakta. Video yang beredar menampilkan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi, dan tidak ada pernyataan resmi dalam konferensi pers tersebut yang menyebut Jepang akan ikut melakukan serangan terhadap Iran.