Sebuah video demonstrasi yang menuntut mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) diadili beredar di media sosial dan diklaim terjadi pada Selasa, 10 Juni 2026. Unggahan tersebut disertai narasi bahwa aksi itu merupakan “demo hari ini” dengan tuntutan agar Jokowi ditangkap dan diadili.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan klaim waktu kejadian dalam narasi itu tidak sesuai. Video tersebut dibagikan dengan konteks yang keliru.
Verifikasi dilakukan dengan teknik pencarian balik gambar (reverse image search) menggunakan Google Lens. Dari penelusuran itu, visual yang sama ditemukan dalam pemberitaan KilatSolo.com mengenai demonstrasi di depan Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada 6 November 2024.
Dalam aksi tersebut, salah seorang peserta demonstrasi bernama Muhammad Syafi menyebut massa menyampaikan dua tuntutan utama. “Pertama, adili Jokowi apa pun yang terjadi. Kami ingin memastikan bahwa apa yang telah ia lakukan selama kepemimpinannya dapat dipertanggungjawabkan,” kata Syafi.
Syafi juga menyampaikan tuntutan agar sosok pengguna forum daring Kaskus dengan akun “Fufufafa” diusut. Menurutnya, hal itu telah lama menjadi polemik publik. “Jejak digital kasus ini mudah sekali untuk diusut dan ditelusuri akar permasalahannya. Namun, anehnya kenapa Kominfo belum bertindak? Apakah ada pengkhianatan di dalam tubuh pemerintahan?” ujarnya.
Berdasarkan temuan tersebut, video yang diklaim memperlihatkan demonstrasi pada 10 Juni 2026 perlu diluruskan. Unjuk rasa dalam video itu berlangsung pada 6 November 2024 di depan Balai Kota Solo, bukan pada Juni 2026.