Universitas Jambi (UNJA) bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) menggelar Pelatihan Cek Fakta untuk Menangkal Berita Hoaks. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Petuah, Gedung Rektorat Lantai III UNJA Mendalo, Senin (19/9/2022).
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua AJI Ahmad Riki Sufrian dan Pemimpin Redaksi Jambiberita.com yang juga Komisioner KIP Jambi, Siti Masnidar. Kegiatan diikuti 20 mahasiswa dan turut dihadiri staf Humas UNJA, Silvia Yuliansari.
Menurut penyelenggara, pelatihan ini dinilai penting dan sejalan dengan visi Humas UNJA, yaitu “Responsif Mengelola Reputasi Universitas Jambi menuju World Class Entrepreneurship University”. Kegiatan tersebut juga disebut sebagai salah satu bentuk kerja sama antara Humas UNJA dan AJI.
Materi pelatihan dibagi dalam enam sesi. Sesi pertama membahas “Landscape Hoaks dan Peran Media”, sesi kedua “Dismiss-informasi dan Dampaknya”, sesi ketiga “Penelusuran Konten Asli dan Analisis Sumber”, sesi keempat “Audit Media Sosial”, sesi kelima “Verifikasi Lokasi”, serta sesi keenam “Etika Pengecekan Fakta”.
Silvia Yuliansari menekankan pentingnya pelatihan untuk mengedukasi mahasiswa mengenai dampak buruk hoaks. Ia berharap kegiatan ini membantu mahasiswa terhindar dari pengaruh berita bohong yang menurutnya semakin marak di masyarakat.
Sementara itu, Ahmad Riki Sufrian menyoroti perlunya pemahaman dalam melawan disinformasi di era digital. Ia menyebut, orang kerap lebih mudah mempercayai hoaks ketika informasi tersebut selaras dengan opini atau sikap yang sudah dimiliki, misalnya terkait kelompok, produk, atau kebijakan tertentu.
Ahmad juga berharap pelatihan ini membuat mahasiswa mengenali beragam jenis disinformasi dan cara menyikapinya. Ia menambahkan, peserta diharapkan mampu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang meragukan.