Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah melalui perluasan penerapan parkir elektronik di sejumlah titik strategis. Upaya ini dibahas dalam laporan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Balikpapan terkait perkembangan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) kepada Wali Kota Balikpapan.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham Mustari, menyampaikan bahwa penerapan sistem parkir elektronik terus diperluas sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi daerah.
Menurut Idham, pembayaran non-tunai memungkinkan pemerintah memantau penerimaan parkir secara lebih akurat sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah. “Kami melaporkan kemajuan digitalisasi transaksi daerah kepada Bapak Wali Kota. Salah satu fokus terdekat adalah perluasan titik parkir elektronik di wilayah strategis,” ujar Idham saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, penerapan sistem digital dinilai penting untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel. Dengan sistem elektronik, transaksi parkir dapat tercatat secara real time sehingga pengawasan bisa dilakukan lebih optimal.
Dari sisi layanan, masyarakat juga diharapkan lebih mudah melakukan pembayaran melalui berbagai metode non-tunai yang disiapkan pemerintah. “Transformasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih praktis, aman, dan transparan,” katanya.
Selain penguatan sistem, Pemkot Balikpapan juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung implementasi di lapangan. Petugas disebut mulai mendapat pelatihan penggunaan perangkat parkir elektronik agar penerapan dapat berjalan maksimal.
Idham menambahkan, dukungan seluruh perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Balikpapan. “Wali Kota sangat mendukung percepatan ini dan meminta seluruh perangkat daerah ikut bersinergi agar pelaksanaannya berjalan optimal,” jelasnya.
Saat ini TP2DD Balikpapan juga memetakan sejumlah titik potensial baru untuk penerapan parkir elektronik di kawasan strategis dan pusat aktivitas masyarakat. Pemerintah berharap digitalisasi sektor parkir dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).