Tautan Pendaftaran Program Transmigrasi Juli 2026 di Media Sosial Dipastikan Hoaks

Tautan Pendaftaran Program Transmigrasi Juli 2026 di Media Sosial Dipastikan Hoaks

Informasi disertai tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran program transmigrasi beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, warganet dijanjikan berbagai fasilitas, termasuk bantuan uang bulanan Rp 2 juta selama lima tahun.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa tautan tersebut merupakan hoaks. Tautan yang beredar tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan terindikasi sebagai modus pencurian data pribadi atau phishing.

Narasi hoaks itu dibagikan salah satunya oleh sebuah akun Facebook pada Selasa (21/7/2026). Unggahan tersebut memuat ajakan mengikuti “Program Transmigrasi” dengan sejumlah klaim fasilitas, seperti bantuan uang bulanan Rp 2 juta per bulan selama lima tahun, lahan produktif 3 hektar per kepala keluarga, rumah layak huni, fasilitas pendidikan hingga tingkat menengah, tempat ibadah, akses layanan kesehatan, serta jalan dan infrastruktur yang memadai.

Kompas.com mencatat, modus serupa pernah beredar pada 2025 dengan narasi transmigrasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Tim Satgas Komunikasi Publik Kementerian Transmigrasi, Yoyo Budiyanto, menyatakan tautan semacam itu merupakan modus phishing yang menyalahgunakan program Kementrans.

“Berdasarkan temuan dan pola aktivitasnya, kami pastikan bahwa akun ini dibuat dengan tujuan penipuan publik bermotif ekonomi, dengan menyalahgunakan program Kementerian Transmigrasi,” kata Yoyo Budiyanto, dikutip dari laman resmi Kementrans, 20 Juni 2025. Ia juga menegaskan, “Tautan tersebut terindikasi merupakan modus phising dan pencurian data pribadi masyarakat yang telah mendaftar.”

Untuk memperoleh informasi dan pendaftaran transmigrasi yang benar, masyarakat diminta mengakses kanal resmi Kementrans melalui laman https://sibarduktrans.transmigrasi.go.id/.

Dengan demikian, tautan pendaftaran program transmigrasi yang beredar di Facebook dan mengiming-imingi berbagai fasilitas dipastikan hoaks dan berpotensi digunakan untuk pencurian data pribadi.