Tautan “Pendaftaran Haji Gratis 2026 untuk Keberangkatan 2027” di Facebook Dipastikan Hoaks

Tautan “Pendaftaran Haji Gratis 2026 untuk Keberangkatan 2027” di Facebook Dipastikan Hoaks

Unggahan di media sosial Facebook yang menawarkan program pendaftaran haji gratis untuk keberangkatan tahun 2027 dipastikan tidak benar. Informasi tersebut beredar disertai tautan yang mengarahkan pengguna untuk melakukan pendaftaran.

Berdasarkan penelusuran Tim Jalahoaks, tautan yang disebarkan tidak mengarah ke laman resmi pemerintah maupun instansi yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji. Pemeriksaan menggunakan layanan pemindai tautan urlscan.io menunjukkan indikasi bahwa tautan tersebut tidak terhubung ke situs resmi. Tautan itu diduga merupakan modus phishing atau upaya pencurian data pribadi, karena meminta pengunjung memasukkan nama lengkap serta nomor akun Telegram yang aktif.

Peringatan serupa juga disampaikan Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktorat Jenderal Bimas Islam, Kementerian Agama melalui akun Instagram @penais.kemenag pada 27 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan berkedok pemberangkatan haji gratis yang beredar di berbagai media sosial dan mengatasnamakan Direktorat Penerangan Agama Islam. Disebutkan pula bahwa Kementerian Agama RI tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan syarat tertentu. Masyarakat diminta mengabaikan dan melaporkan jika menemukan informasi serupa.

Penelusuran juga merujuk pada unggahan akun resmi Instagram @kemenag_ri pada 16 Desember 2025 yang menyatakan seluruh informasi dan layanan terkait penyelenggaraan ibadah haji menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah. Masyarakat diimbau memantau kanal resmi @kemenhaj.ri atau mengakses laman haji.go.id untuk memperoleh informasi terbaru dan resmi.

Dengan demikian, klaim pendaftaran haji gratis 2026 untuk keberangkatan 2027 yang beredar di Facebook merupakan hoaks. Tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut diduga dibuat untuk mengelabui pengguna dan berpotensi mencuri data pribadi.