Tautan Pendaftaran BSU Rp 600.000 Mei–Juni 2026 Disebut Hoaks, Kemenaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan

Tautan Pendaftaran BSU Rp 600.000 Mei–Juni 2026 Disebut Hoaks, Kemenaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan

Klaim mengenai penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600.000 untuk periode Mei–Juni 2026 beredar di media sosial, disertai tautan yang disebut sebagai link pendaftaran penerima bantuan. Narasi tersebut menyebut BSU “dicairkan mulai hari ini 1 Mei sampai dengan 30 Juni” dan mengajak masyarakat segera mendaftar.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan belum ada kebijakan terkait penyaluran BSU pada 2026.

Kepala Biro Humas Kemenaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi apa pun mengenai BSU tahun 2026. “Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemenaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Faried, dikutip dari laman Kemenaker pada 7 Januari 2026.

Kemenaker juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan BSU 2026, terutama unggahan yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi penipuan.

Dalam penelusuran tersebut, tautan yang beredar diketahui mengarah ke laman yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Masyarakat diminta tidak mengklik maupun mengisi data pada laman semacam itu karena berpotensi menjadi modus pencurian data pribadi atau phishing.

Dengan demikian, tautan pendaftaran BSU Rp 600.000 periode Mei–Juni 2026 dipastikan hoaks. Masyarakat disarankan memantau informasi hanya melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari penipuan.