Tautan Klaim Bantuan Insentif Guru Rp 5 Juta Disebut Hoaks, Diduga Modus Phishing

Tautan Klaim Bantuan Insentif Guru Rp 5 Juta Disebut Hoaks, Diduga Modus Phishing

Klaim mengenai penyaluran bantuan insentif sebesar Rp 5 juta untuk guru ASN, PPPK, dan honorer beredar di media sosial. Bersamaan dengan klaim itu, muncul tautan yang disebut sebagai link resmi pendaftaran agar bisa menjadi penerima bantuan.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan tautan tersebut adalah hoaks dan mengarah pada dugaan upaya pencurian data pribadi (phishing).

Tautan yang diklaim untuk mendaftar sebagai penerima bantuan insentif guru Rp 5 juta itu dibagikan sejumlah akun Facebook pada Mei 2026. Narasi yang menyertai unggahan tersebut antara lain menyebut bantuan Rp 5.000.000 “dicairkan serentak di seluruh wilayah Indonesia” dan mengarahkan warganet untuk mendaftar melalui “link resmi”.

Kompas.com merujuk pada imbauan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang sebelumnya mengingatkan para guru agar mewaspadai laman-laman palsu terkait bantuan insentif yang berujung phishing. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, meminta masyarakat, terutama para guru, tidak mudah percaya pada pesan, email, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan instansi.

“Waspada phishing, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu,” kata Yudhistira, dikutip dari Antara, 1 September 2025.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa alamat email atau nomor pengirim, mengaktifkan verifikasi dua langkah, menyimpan data pribadi hanya di aplikasi resmi, serta tidak mengklik tautan mencurigakan. Yudhistira menegaskan bahwa domain semacam itu berupaya mencuri data pribadi dan meminta masyarakat hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian.

Adapun tautan yang mengatasnamakan bantuan insentif guru Rp 5 juta tersebut mengarah ke laman yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Permintaan data semacam ini menjadi salah satu indikasi modus phishing. Kompas.com juga mencatat, modus serupa sebelumnya pernah beredar dengan iming-iming bantuan Rp 2,1 juta dan Rp 7 juta.

Berdasarkan penelusuran tersebut, tautan pendaftaran bantuan insentif guru Rp 5 juta yang beredar di media sosial dinyatakan hoaks dan diduga merupakan upaya pencurian data pribadi. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap tautan mencurigakan yang mengatasnamakan program bantuan.