Tautan Cek BLT Rp 900.000 Mengatasnamakan Kemensos Disebut Hoaks, Diduga Phishing

Tautan Cek BLT Rp 900.000 Mengatasnamakan Kemensos Disebut Hoaks, Diduga Phishing

Sebuah tautan yang beredar di media sosial diklaim sebagai akses untuk mengecek penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 900.000 dari Kementerian Sosial (Kemensos). Tautan tersebut ramai dibagikan sejumlah akun Facebook pada Juni 2026, disertai narasi bahwa penerima BLT dapat melakukan pengecekan secara online melalui “situs resmi Kemensos”.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyatakan tautan itu palsu. Saat dibuka, tautan mengarah ke sebuah laman yang meminta pengunjung memasukkan data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

Laman tersebut bukan situs resmi Kemensos. Masyarakat diimbau tidak memasukkan data apa pun karena tautan itu diduga merupakan modus pencurian data pribadi atau phishing.

Selain itu, hingga kini belum ada informasi resmi dari Kemensos mengenai penyaluran bantuan sebesar Rp 900.000 pada 2026, yang dalam narasi disebut sebagai BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Sebagai informasi, BLT Kesra menyasar kelompok masyarakat desil 1 sampai 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyaluran terakhir program tersebut disebut terjadi pada Desember 2025, dengan posisi program berada di kuartal IV 2025.

BLT Kesra merupakan bagian dari Paket Ekonomi 2025 yang diumumkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam pengumuman resmi, BLT Kesra ditegaskan sebagai program tambahan yang hanya berlaku pada 2025.

Dengan demikian, tautan yang diklaim untuk mengecek penyaluran BLT Rp 900.000 dari Kemensos dinyatakan hoaks dan mengarah ke laman phishing. Pemerintah juga belum mengumumkan kelanjutan program BLT Rp 900.000 atau BLT Kesra pada 2026.