Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dapat menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian produk pangan lokal.
Menurut Johan, Indonesia selama ini masih bergantung pada sejumlah komoditas pangan impor dari AS, seperti kedelai dan jagung. Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempercepat reformasi sektor pangan dalam negeri.
“Ini saatnya kita serius memperkuat produksi pangan lokal, dari hulu sampai hilir. Jangan sampai momentum ini lewat begitu saja. Kita dorong pangan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Johan dalam keterangan pers, dikutip Minggu, 6 April 2025.
Johan menekankan perlunya dukungan kebijakan nyata dari pemerintah untuk memperkuat produksi dalam negeri. Ia menyebut sejumlah langkah yang dibutuhkan, antara lain pemberian insentif bagi petani dan UMKM pangan lokal, perluasan lahan produktif, serta penguatan riset dan teknologi pertanian.
Selain itu, ia mendorong percepatan program substitusi impor, terutama untuk bahan baku industri makanan yang selama ini dinilai masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.
Johan juga menyerukan penguatan cadangan pangan nasional serta perluasan akses pasar bagi produk pangan lokal. Ia menilai perlindungan terhadap petani dan nelayan penting karena keduanya merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

