Laboratorium Psikologi Politik Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) merilis hasil survei yang menyebut calon presiden Prabowo Subianto memiliki motivasi berkuasa paling tinggi dibanding Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Hatta Rajasa.
Survei tersebut merupakan kerja sama Laboratorium Psikologi Politik Fakultas Psikologi UI dengan Ikatan Psikologis Klinis Indonesia, Ikatan Psikologi Sosial Indonesia, serta Fakultas Psikologi Universitas Padjajajaran.
Hasil penilaian motivasi berkuasa
Psikolog UI Hamdi Muluk menyampaikan, Prabowo memperoleh skor motivasi berkuasa 8,64 persen. Setelah itu disusul Jusuf Kalla 7,31 persen, Hatta Rajasa 7,17 persen, dan Joko Widodo 6,36 persen.
- Prabowo Subianto: 8,64%
- Jusuf Kalla: 7,31%
- Hatta Rajasa: 7,17%
- Joko Widodo: 6,36%
Metode dan responden survei
Survei ini melibatkan 204 psikolog yang disebut memiliki pengetahuan dan pengalaman melakukan penilaian kepribadian. Pengambilan data dilakukan pada 18–27 Juni 2014.
Dalam pelaksanaannya, responden terlebih dahulu diminta membaca bagian biografi para calon. Setelah itu, mereka menilai aspek kepribadian serta memberikan prediksi ke depan.
Hamdi menjelaskan penelitian menggunakan tiga pendekatan, yaitu analisis psikobiografi, analisis pidato dan wawancara kandidat di berbagai media, serta survei terhadap 204 psikolog untuk menilai aspek kepribadian.
Motivasi sosial dan temuan pada aspek afiliasi
Menurut Hamdi, motivasi sosial umumnya dibagi menjadi tiga kategori: motivasi berkuasa, berprestasi, dan berafiliasi.
Untuk motivasi afiliasi, Joko Widodo menempati peringkat pertama dengan skor 7,95 persen. Berikutnya Jusuf Kalla 7,45 persen, Hatta Rajasa 6,41 persen, dan Prabowo Subianto 6,02 persen.
- Joko Widodo: 7,95%
- Jusuf Kalla: 7,45%
- Hatta Rajasa: 6,41%
- Prabowo Subianto: 6,02%
Hasil survei tersebut dipaparkan Hamdi Muluk dalam rilis di Jakarta pada Kamis, 3 Juli 2014.

