Survei Psikologi Politik UI: 81,2% Responden Mengaku Tak Ubah Pilihan Meski Terima Sembako atau Uang

Survei Psikologi Politik UI: 81,2% Responden Mengaku Tak Ubah Pilihan Meski Terima Sembako atau Uang

Hasil survei Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) menunjukkan mayoritas responden menyatakan tidak akan mengubah pilihan politiknya meski menerima sembako atau uang dari kontestan pemilu. Dalam survei tersebut, 81,2 persen responden mengaku tetap pada pilihannya.

Sementara itu, 15,4 persen responden menyatakan akan mengubah pilihan jika menerima sembako atau uang. Adapun 3,4 persen lainnya mengaku tidak tahu.

Temuan ini disampaikan Guru Besar Psikologi Politik UI, Prof Dr Hamdi Muluk MSi Psikolog, dalam press release Survei Nasional bertajuk Dinamika Psikologis Masyarakat: Pilihan Politik dan Isu Jelang Pemilu pada Jumat (19/1/2024). Hamdi menyebut respons responden menunjukkan penerimaan sembako atau amplop tidak otomatis mengubah pilihan politik.

Survei tersebut juga memotret persepsi responden mengenai praktik politik uang. Sebanyak 62,2 persen responden menilai pembagian sembako termasuk politik uang. Sebaliknya, 34,5 persen responden berpendapat pembagian sembako bukan politik uang. Sementara 2,4 persen responden menyatakan tidak tahu.

Menurut Hamdi, pertanyaan terkait politik uang diajukan dengan menyoroti maraknya pembagian sembako yang dapat dilakukan oleh berbagai kontestan, termasuk calon legislatif maupun calon presiden.

Survei ini dilakukan pada 8–16 Januari 2024, sehari setelah Debat Ketiga Pilpres.