Survei yang melibatkan 204 psikolog menilai calon presiden Joko Widodo memiliki kendali diri lebih baik saat menghadapi persoalan berat. Sementara itu, calon wakil presiden Jusuf Kalla dinilai menonjol dalam kreativitas serta kemampuan menerjemahkan persoalan menjadi kebijakan yang konkret.
Temuan tersebut merupakan bagian dari survei Laboratorium Psikologi Politik Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang bekerja sama dengan Ikatan Psikologis Klinis Indonesia, Ikatan Psikologi Sosial Indonesia, serta Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Survei itu mengkaji aspek kepribadian calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014.
Psikolog UI Hamdi Muluk menyampaikan, dalam aspek ketenangan saat menghadapi persoalan sangat berat, Jokowi memperoleh nilai 7,67, disusul Jusuf Kalla 7,51, Hatta Rajasa 6,48, dan Prabowo Subianto 5,16. Hamdi menilai individu yang baik tidak mudah menyalahkan pihak lain ketika mengalami kegagalan, dan ia menyebut Jokowi memiliki kendali diri yang baik.
Dalam aspek kemampuan mengeluarkan ide-ide sebagai solusi persoalan negara, Jusuf Kalla menempati posisi teratas dengan nilai 7,91. Jokowi berada di urutan berikutnya dengan 7,73, disusul Prabowo 6,66 dan Hatta 6,07.
Survei yang sama juga menempatkan Jusuf Kalla sebagai yang tertinggi dalam kemampuan melihat persoalan secara komprehensif dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang konkret. Jusuf Kalla memperoleh nilai 7,98, diikuti Jokowi 7,79, Prabowo 6,43, dan Hatta 6,2. Hamdi menyebut Jusuf Kalla dinilai lebih memiliki kemampuan tersebut dibanding yang lain.
Selain itu, pada aspek kemampuan menyelesaikan persoalan pelik yang membutuhkan kejelian serta kreativitas tinggi, Jusuf Kalla kembali berada di posisi teratas dengan nilai 7,86. Jokowi memperoleh 7,61, Prabowo 6,23, dan Hatta 5,99.

