Stres berkepanjangan, sakit kepala berulang, hingga migrain kerap dianggap sebagai konsekuensi gaya hidup modern. Tekanan pekerjaan, kurang tidur, dan padatnya aktivitas sering menjadi alasan yang digunakan banyak orang untuk menjelaskan keluhan tersebut.
Namun, pertanyaan muncul ketika gejala yang tampak umum itu terjadi terus-menerus: apakah bisa menjadi pertanda tumor otak? Isu ini dinilai relevan karena tumor otak termasuk penyakit serius yang kerap terlambat terdeteksi.
Data GLOBOCAN mencatat lebih dari 321.000 kasus baru kanker otak dan sistem saraf pusat (SSP) di seluruh dunia dalam satu tahun. Dari jumlah itu, hampir 248.000 kasus berakhir dengan kematian. Meski menyumbang kurang dari 2 persen dari total diagnosis kanker baru secara global, tumor otak dapat berdampak besar pada kualitas hidup karena menyerang organ yang menjadi pusat pengendali berbagai fungsi vital tubuh.
Salah satu faktor yang membuat kondisi ini berbahaya adalah gejalanya dapat menyerupai keluhan kesehatan sehari-hari. Akibatnya, tidak sedikit orang mengabaikan tanda awal karena mengira hanya mengalami stres, kelelahan, atau migrain biasa.
Dokter spesialis bedah saraf Dr. Aditya Gupta, Direktur Bedah Saraf dan Cyberknife di Artemis Hospital, Gurugram, menyatakan gejala awal tumor otak memang sering tidak spesifik sehingga mudah disalahartikan. Ia mengatakan tumor otak dapat memunculkan keluhan awal yang halus dan kerap dianggap sebagai dampak kurang tidur, migrain, atau kelelahan akibat pekerjaan berlebihan.
Salah satu tanda yang disebut kerap terlewatkan adalah sakit kepala yang berlangsung terus-menerus. Menurut Gupta, keluhan ini berbeda dari migrain biasa karena dapat muncul dengan pola yang tidak lazim dan cenderung memburuk seiring waktu.
Ia menambahkan, sakit kepala yang terus terjadi—terutama yang terasa lebih parah pada pagi hari atau semakin memburuk dari waktu ke waktu—merupakan salah satu tanda tumor otak yang paling sering tidak disadari. Berbeda dengan migrain biasa, sakit kepala seperti ini juga disebut mungkin tidak merespons pengobatan standar.