Stage Youth Siapkan Album Penuh, Konsisten Angkat Isu Sosial Lewat Hardcore Punk

Stage Youth Siapkan Album Penuh, Konsisten Angkat Isu Sosial Lewat Hardcore Punk

Stage Youth terus mempertahankan eksistensinya di skena hardcore punk dengan tetap berkarya sekaligus menyuarakan beragam isu sosial melalui musik. Band yang terbentuk pada penghujung 2021 ini kini bersiap merilis album penuh berisi 12 lagu.

Setelah proses pengerjaan album rampung, Stage Youth juga berencana kembali menjalani tur untuk menyapa penikmat musik hardcore di berbagai daerah.

Band ini lahir ketika situasi pandemi Covid-19 mulai mereda. Pada awalnya, Stage Youth digawangi tiga personel: Diva (drum), Tures (gitar), dan Brokeboi (vokal). Ketiganya telah lama saling mengenal karena tumbuh di skena musik hardcore yang sama di Sumatera Barat.

Keinginan membentuk band baru bermula dari ide Diva yang ingin kembali memainkan musik hardcore punk. Setelah berdiskusi, mereka mengajak Brokeboi untuk bergabung. Formasi kemudian dilengkapi dengan masuknya Ryan sebagai gitaris kedua dan Baron sebagai basis.

Dalam perjalanannya, band ini sempat menggunakan nama Criminal Attack. Namun, tidak lama berselang, nama tersebut diganti menjadi Stage Youth, usulan dari Diva yang kemudian disepakati seluruh personel.

Para personel menyebut nama Stage Youth tidak memiliki makna khusus. Nama tersebut, menurut mereka, muncul begitu saja dalam obrolan dan akhirnya terasa cocok digunakan.

Dari sisi musikal, Stage Youth mula-mula memainkan gaya 80’s hardcore punk dengan referensi seperti Minor Threat. Dalam proses penulisan lagu, mereka sempat beralih ke subgenre D-beat hardcore, sebelum akhirnya menemukan identitas yang dianggap paling sesuai, yakni Boston Youth Crew Hardcore.