Rupiah Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang

Rupiah Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang

Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali meski nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS di tengah gejolak geopolitik global.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aries Marsudiyanto mengatakan pemerintah telah menghitung berbagai potensi dampak dari kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.

“Oke, semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, nggak usah khawatir ya. Dengan adanya gejolak-gejolak perang antara Amerika, Israel, Iran itu,” ujar Aries saat tiba di halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 14 Maret 2026.

Menurut Aries, pemerintah juga telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul dari dinamika global melalui koordinasi lintas kementerian. Ia menyebut Presiden telah mengumpulkan kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah penanganan.

“Udah, udah diantisipasi ya. Dengan seluruh kementerian terkait. Kemarin Pak Presiden juga udah mengumpulkan semua. Kita meeting all-out setiap saat untuk bangsa dan negara,” kata Aries.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi, Aries menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan harga bahan bakar. Ia merujuk pada pernyataan Menteri ESDM Bahlil yang sebelumnya disampaikan kepada publik.

“Nggak kan kemarin udah disampaikan sama Pak Bahlil ya. Tidak ada kenaikan harga BBM ya. Ya moga-moga perangnya cepat selesai lah,” ucapnya.

Aries menambahkan pemerintah terus melakukan perhitungan dan kalkulasi menyeluruh terhadap berbagai sektor strategis guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk sektor pangan, BBM, dan energi.

“Ya antisipasinya semuanya kita hitung, dikalkulasi. Semuanya dengan yang terkait. Ya Pak Presiden sudah mengerti lah hal-hal tersebut yang dilakukan. Jadi prinsipnya aman lah semuanya ya. Pangan, BBM, energi,” pungkasnya.