(Denny JA)
Menyambut bulan puasa, sentuhan religiusitas saya hadir bukan di Mesjid, tapi di Galeri Nasional. Bukan karena mendengar khotbah agama, tapi karena merenungkan karya seni.
Sehari sebelum hari puasa, saya menikmati karya perupa wanita di galeri nasional. Ini persembahan Galery Enam Foundation, pimpinan Ibu Inda Noerhadi, yang juga anggota penasehat Satupena.
Lama saya terdiam merenungkan karya Siti Astari Rasyid: 9 Pearls From Heaven.
Karya ini memberikan efek religiusitas pada diri saya.
Di pintu masuk, kita sudah mendengar musik mengalun, dan patung seni 9 wanita: Maryam, Aisah, Siti khadijah, hingga Dewi Kuan Im.
Memandang Maryam, seolah saya kontak dengan sejarah Agama Kristen dan Isa Almasih. Saya terbawa pada adegan seorang Ibu yang menyaksikan putranya dikejar tentara Romawi dan segera disalib.
Memandang Siti Khadijah, saya terbawa kisah Nabi Muhammad. Sang Nabi pergi dari kota Mekah , hijrah ke Medina karena penolakan elit berpengaruh atas agama yang Ia bawa.
Di ruang tengah, hadir 3 kapal dengan figur bercahaya emas: History Repeats Itself. Lama saya merenung peristiwa sejarah yang datang berulang- ulang dalam bentuk yang berbeda.
Pameran perupa wanita kali ini kaya dimensi. Tak hanya kita menikmati lukisan 2 dimensi, patung 3 dimensi, tapi juga karya dalam bentuk audio visual.
Ibu Inda, yang menjadi “the woman behind the gun” pameran ini, akan menjadi narasumber berikutnya dari webinar satupena menyambut hari Kartini: Perempuan dalam Seni Rupa.
Good luck untuk Ibu Inda Noerhadi🙏

