Sebuah riset kepribadian menilai pasangan Jokowi-JK cenderung lebih bersedia mendengar pendapat orang lain dalam proses pengambilan keputusan terkait kebijakan negara. Temuan ini menggambarkan gaya kepemimpinan yang dinilai lebih terbuka terhadap masukan.
Dalam riset yang sama, Jokowi-JK juga dinilai lebih mendukung upaya pemberantasan korupsi. Penilaian tersebut menempatkan isu antikorupsi sebagai salah satu aspek penting yang melekat pada persepsi publik terhadap pasangan ini.
Selain itu, riset tersebut menyebutkan partai-partai pendukung Jokowi-JK dinilai memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami skandal politik apabila pasangan itu terpilih. Temuan ini menyoroti persepsi terhadap risiko politik yang melekat pada koalisi pendukung.

