Refat Sabbah Terpilih sebagai Presiden Baru Global Campaign for Education

Refat Sabbah Terpilih sebagai Presiden Baru Global Campaign for Education

Kathmandu, Nepal — Global Campaign for Education (GCE) menetapkan Refat Sabbah sebagai presiden baru setelah pemungutan suara pada 17 November dalam Sidang Umum Dunia (World Assembly) ke-6. Sabbah terpilih dengan mayoritas besar dan akan memberikan arahan strategis organisasi untuk empat tahun ke depan.

Dalam pernyataannya, Sabbah menyampaikan komitmen untuk mendorong transisi yang adil serta memperkuat gerakan masyarakat sipil agar dapat terus meminta pertanggungjawaban pemerintah dalam pemenuhan pendidikan publik gratis dan berkualitas di seluruh dunia. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan peran kolega serta jaringan anggota untuk memberi masukan, arahan, dan memperluas gerakan di berbagai wilayah.

Latar belakang dan pengalaman

Refat Sabbah dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia dan pendidikan. Ia menjabat Sekretaris Jenderal Arab Coalition for Education for All (ACEA), serta merupakan Direktur Jenderal dan pendiri Teacher Creativity Centre di Palestina. Selain itu, ia juga menjadi Ketua Arab Network for Civic Education (ANHRE) dan tercatat menjadi anggota dewan GCE sejak 2015.

Sabbah juga disebut sebagai pendiri ACEA, yang mewakili 11 koalisi pendidikan nasional dan tiga koalisi regional di kawasan berbahasa Arab.

Transisi kepemimpinan di GCE

GCE mencatat gerakan ini sebelumnya dipimpin sejumlah tokoh, termasuk Dr. Kailash Satyarthi sebagai presiden pertama. Camilla Croso kemudian menjabat selama dua periode, dimulai pada 2011 dan terpilih kembali pada 2015.

Camilla Croso, yang juga koordinator Campaña Latinoamericana por el Derecho a la Educación (CLADE), menyampaikan bahwa pengalamannya memimpin gerakan global yang beragam merupakan kehormatan. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen kolektif terhadap keadilan ekonomi, sosial, dan lingkungan serta hak asasi manusia. Menurutnya, meski Sidang Umum Dunia kali ini menghadapi tantangan dan merayakan capaian, tindakan nyata tetap diperlukan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang benar-benar berubah. Croso menyatakan menyerahkan kepemimpinan kepada Sabbah untuk membawa gerakan menuju masa depan yang memastikan pendidikan publik berkualitas bagi semua.

Susunan pengurus dan anggota dewan baru

Dalam Sidang Umum Dunia ke-6 tersebut, konstituen GCE juga memilih anggota dewan dan pejabat dewan yang baru.

  • Samuel Dembélé (ANCEFA) ditunjuk sebagai Ketua Dewan (Board Chair). Ia merupakan presiden dewan African Network Campaign on Education for All (ANCEFA) sejak November 2015, presiden dewan Coalition Nationale de l’éducation pour Tous du Burkina Faso (CN-ÉPT BF) sejak April 2014, serta sekretaris jenderal National Union of Teachers for Secondary and Higher Education (SNESS) sejak 2010.
  • Madeleine Zuniga (CPDE) menjadi Wakil Presiden (Vice-President) GCE.
  • Mugwena Maluleke (EI) dipilih sebagai Wakil Ketua Dewan (Vice-Chair).

Adapun anggota dewan lainnya meliputi:

  • ILliass Alhousseini (ASO-EPT Niger)
  • Daniel Altman (ESU)
  • Nafisa Baboo (Light for the World)
  • Ram Gaire (NCE Nepal)
  • Jose Roberto Guevarra (ASPBAE)
  • Emma Jackson (Send my Friend to School)
  • Aminta Navarro (CLADE)
  • Beate Oegaard (SAIH Norway)
  • Elsy Wakil (Arab Network Popular Education)
  • Antonia Wulff (EI)

Pemilihan presiden dan anggota dewan ini disebut menjadi penentu arah dan bentuk gerakan GCE dalam beberapa tahun mendatang.