Sejumlah informasi keliru beredar di media sosial sepanjang sepekan terakhir, mengikuti isu-isu yang ramai diperbincangkan warganet. Topiknya beragam, mulai dari klaim soal penggunaan mata uang, pelaksanaan kurban, penyebab mati listrik massal di Sumatera pada 22 Mei 2026, hingga isu seputar Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan mulai pada 11 Juni.
Berikut rangkuman sejumlah klaim yang telah ditelusuri dan dinyatakan tidak benar.
Klaim Indonesia stop pakai dollar dan beralih ke yuan
Beredar narasi yang menyebut Indonesia telah beralih menggunakan mata uang China, yuan atau renminbi. Klaim itu dikaitkan dengan keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menargetkan penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond pada Juni 2026.
Namun, klaim bahwa pemerintah menghentikan penggunaan dollar dinyatakan tidak benar. Purbaya menyebut penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih kokoh dan tidak bergantung pada satu sumber tertentu. Sementara itu, cadangan devisa hingga saat ini disebut masih dalam bentuk dollar Amerika Serikat.
Klaim mati listrik massal di Sumatera akibat serangan monyet
Sebuah video yang memperlihatkan kawanan monyet memanjat dan bergelantungan di tiang listrik dikaitkan sebagai penyebab mati listrik massal di Sumatera pada 22 Mei 2026.
Hasil penelusuran menyatakan narasi tersebut keliru. Video itu disebut menampilkan kawanan monyet di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Selain itu, Bareskrim Polri menyampaikan dugaan awal gangguan listrik massal di Sumatera mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem. Gangguan tersebut menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera dan memicu ketidakstabilan frekuensi serta tegangan listrik.
Klaim Menteri Agama meminta umat mentransfer uang kurban
Menjelang Idul Adha 2026, muncul unggahan yang mengklaim Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta umat Islam mentransfer uang kurban ke rekening kementerian.
Klaim itu dinyatakan tidak benar. Sumber unggahan disebut tidak jelas, dan tidak ditemukan informasi valid yang menyatakan Nasaruddin meminta masyarakat mentransfer uang kurban ke rekening Kementerian Agama. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan informasi tersebut adalah hoaks dan menyatakan Nasaruddin tidak pernah mengeluarkan permintaan seperti itu.
Video “lautan manusia” di Mekkah pada Mei 2026
Sebuah video yang diklaim memperlihatkan lautan manusia berhaji di Mekkah pada Mei 2026 juga beredar luas. Dalam video itu tampak kerumunan orang berpakaian putih.
Hasil penelusuran menyebut konten tersebut merupakan rekayasa. Identifikasi menggunakan Hive Moderation menunjukkan probabilitas 99,8 persen video itu dibuat dengan kecerdasan buatan. Adapun jumlah jemaah haji tahun 2026 diperkirakan sekitar 1,5 juta orang, dengan pengaturan kepadatan oleh petugas agar tidak membahayakan dan ibadah berjalan nyaman.
Klaim visa lima pemain timnas Irak ditolak Amerika Serikat
Menjelang Piala Dunia 2026, beredar unggahan yang mengklaim Amerika Serikat menolak visa lima pemain tim nasional Irak.
Klaim tersebut dinyatakan keliru. Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, menyatakan tidak ada masalah terkait visa pemain Irak dan semua pemain dapat datang ke AS untuk berpartisipasi. Asosiasi Sepak Bola Irak juga memastikan seluruh pemain timnas mereka telah memperoleh visa masuk ke AS.