Rangkuman Cek Fakta Sepekan: Hoaks Suap MBG ke Jokowi, Isu MBG Dihapus, hingga Rupiah Sengaja Dilemahkan

Rangkuman Cek Fakta Sepekan: Hoaks Suap MBG ke Jokowi, Isu MBG Dihapus, hingga Rupiah Sengaja Dilemahkan

Beragam informasi keliru terkait isu sosial, politik, dan ekonomi kembali beredar di media sosial sepanjang sepekan. Sejumlah narasi menyinggung kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), isu pergantian pejabat negara, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Berikut rangkuman hasil penelusuran cek fakta terhadap beberapa klaim yang ramai dibagikan.

1. Klaim Dadan menyebut Jokowi menerima suap MBG Rp 2 triliun

Di tengah kabar penetapan tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG, beredar tangkapan layar artikel yang menarasikan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut mantan Presiden Joko Widodo menerima uang suap sebesar Rp 2 triliun.

Hasil penelusuran menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Artikel yang dijadikan rujukan dalam tangkapan layar itu tidak sesuai dengan judul yang beredar. Naskah aslinya berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!” dan membahas penahanan Dadan serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, terkait dugaan korupsi MBG. Tidak ada informasi valid yang menyatakan Dadan menyebut Jokowi menerima suap Rp 2 triliun.

2. Isu program MBG dihapus setelah penangkapan Dadan

Setelah penangkapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, muncul klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menghapus program MBG. Penelusuran menunjukkan informasi itu hoaks.

Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan program MBG tetap berjalan. Ia menyatakan pergantian kepemimpinan tidak mengganggu komitmen pemerintah dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN. Posisi Kepala BGN kini diisi Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Prasetyo juga menekankan restrukturisasi BGN tidak boleh mengganggu jalannya program tersebut.

3. Klaim Prabowo mencopot Menkeu Purbaya pada 4 Juni 2026

Di tengah pelemahan rupiah yang disebut mencapai Rp 18.187 per dollar AS pada Senin (8/6/2026) pukul 11.55 WIB, beredar kabar Presiden Prabowo mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 4 Juni 2026.

Hasil penelusuran menyatakan kabar itu tidak benar. Pemerintah disebut tidak melakukan reshuffle untuk jabatan Menteri Keuangan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Prabowo belum berencana mengganti Purbaya. Purbaya juga membantah informasi bahwa dirinya mengundurkan diri pada awal Juni 2026.

4. Narasi rupiah sengaja dilemahkan oleh Bank Indonesia

Di media sosial, muncul klaim bahwa rupiah sengaja dilemahkan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mendorong ekspor. Penelusuran menyimpulkan narasi tersebut hoaks.

Potongan video Astronacci yang digunakan dalam unggahan dinilai disalahartikan. Dalam video aslinya, influencer Gema Goeyardi dan Robert Reich tidak menyampaikan tudingan bahwa BI sengaja melemahkan rupiah terhadap dollar AS. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda juga menyampaikan bahwa pelemahan rupiah oleh BI justru merugikan lembaga tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya pernah menegaskan pemerintah tidak menjalankan kebijakan pelemahan mata uang atau beggar-thy-neighbor policy, dan menyatakan nilai tukar berjalan sesuai fundamental.

5. Video penampakan UFO jatuh di Madura

Video yang memperlihatkan benda mirip UFO berbentuk bola putih diklaim jatuh di Madura, Jawa Timur. Penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak didukung fakta.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyatakan belum ada laporan terkait penemuan UFO di Madura dan menduga video itu hasil rekayasa digital. Penelusuran juga menemukan video serupa pernah diunggah di Instagram pada 26 Mei 2026 dengan menandai akun @filmfoufo, yang dikaitkan dengan produksi film garapan Bayu Skak dan Tretan Muslim. Film “Foufo”, sebagaimana diberitakan Antara, berkisah tentang UFO yang mendarat darurat dan ditemukan oleh tiga orang Madura.