Ramalan Hari Baik Hindu Bali Jumat, 23 Januari 2026: Baik untuk Membuat Peraturan hingga Memulai Usaha

Ramalan Hari Baik Hindu Bali Jumat, 23 Januari 2026: Baik untuk Membuat Peraturan hingga Memulai Usaha

Berdasarkan Kalender Bali Digital, Jumat, 23 Januari 2026 memiliki sejumlah penanda hari baik (dewasa ayu) dalam tradisi Hindu Bali yang kerap dijadikan rujukan untuk menentukan waktu pelaksanaan kegiatan tertentu, mulai dari urusan adat hingga pekerjaan sehari-hari.

Dalam keterangan hari tersebut, dauh ayu disebut sebagai hari baik untuk membuat awig-awig (peraturan-peraturan atau undang-undang) serta baik untuk membangun.

Sementara itu, kala buingrau dinilai baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, penanda ini juga menyebutkan hal yang tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah.

Untuk aktivitas ekonomi, kala gotongan disebut sebagai hari baik untuk memulai suatu usaha. Meski demikian, hari ini dinyatakan tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Dalam urusan perkawinan, terdapat beberapa catatan. Kala tampak disebut sebagai hari yang tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). Selain itu, kala temah dinyatakan tidak baik untuk dewasa ayu. Adapun lebur awu disebut tidak baik untuk upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, dan mengatapi rumah, namun dinilai baik untuk membangun irigasi.

Untuk kegiatan pertanian, pepedan disebut sebagai hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, penanda ini menyebutkan hal yang tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Sejumlah penanda juga berkaitan dengan pembuatan alat dan perlengkapan. Macekan agung dinilai baik untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tombak, senjata pengider-ider, dan lainnya. Macekan lanang disebut baik untuk membuat taji, tombak, keris, serta alat penangkap ikan, namun tidak baik untuk upacara yadnya atau kegiatan keagamaan Hindu.

Untuk pembangunan dan urusan kelembagaan, ratu ngemban putra disebut sebagai hari baik untuk membangun, mengangkat sentana (meras), serta melantik petugas. Sementara sri tumpuk dinilai sebagai hari baik untuk mencari burung (mepikat).