Puluhan kaum ibu mendatangi Kantor Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026) malam. Mereka menggelar orasi di halaman kantor untuk meminta bertemu langsung dengan Datok Penghulu Syariful Alam.
Aksi berlangsung tertib, namun disebut dilakukan tanpa pemberitahuan sehingga sempat membuat suasana tegang. Para ibu yang datang merupakan perwakilan dari sejumlah dusun di Kampung Kesehatan.
Dalam orasi, massa menyatakan tidak ingin diwakili dan menuntut bertemu langsung dengan Syariful Alam. “Kami ingin bertemu langsung, kami gak mau perwakilan,” teriak salah seorang ibu.
Orasi dipicu pemasangan baliho di sejumlah dusun yang berisi permintaan maaf Syariful Alam kepada warga serta keterangan bahwa ia akan mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala desa. Warga mengaku keberatan dengan pesan dalam baliho tersebut karena menilai Syariful Alam masih layak memimpin.
Sejumlah warga menyebut puas dengan kinerja Syariful Alam dan meminta agar ia dipertahankan untuk periode berikutnya. Tumirah, salah seorang warga, mengatakan berbagai program yang dijalankan membuat kampung lebih hidup. Ia juga menyinggung peran Syariful Alam saat penanganan banjir yang dinilai membantu warga.
Warga juga menyampaikan keinginan untuk menemui Camat Karangbaru terkait permintaan agar Syariful Alam tetap menjabat pada periode kedua.
Menanggapi aksi tersebut, Syariful Alam menyampaikan permintaan maaf apabila baliho yang dipasang menimbulkan keresahan. Ia mengatakan tidak menyangka isi baliho berkembang menjadi berbagai tafsir di tengah warga.
Menurut Syariful Alam, baliho itu dimaksudkan sebagai pamit dan permohonan maaf karena masa jabatannya akan berakhir pada 14 Februari 2026. “Saya minta maaf, tidak maksud saya membuat ibu-ibu jadi salah tafsir,” ujarnya di hadapan massa.

