Psikolog UI: Prabowo Dinilai Berorientasi Prestasi Tinggi, Hatta Cenderung Demokratis

Psikolog UI: Prabowo Dinilai Berorientasi Prestasi Tinggi, Hatta Cenderung Demokratis

Psikolog Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk menilai calon presiden Prabowo Subianto merupakan tipe orang yang memiliki dorongan berprestasi tinggi. Menurut Hamdi, karakter tersebut membuat Prabowo gigih memperjuangkan cita-citanya.

Hamdi mengatakan, dorongan untuk mencapai tujuan itu dapat membuat Prabowo terlihat ambisius dan mencoba berbagai cara untuk mewujudkan apa yang diinginkannya.

Motivasi berkuasa dan gaya kepemimpinan

Hamdi menambahkan, motivasi Prabowo untuk berkuasa tergolong tinggi. Karena itu, ia menilai Prabowo, jika menjadi pemimpin, akan cenderung memiliki gaya kepemimpinan otoriter.

Sementara itu, Hamdi menilai Hatta Rajasa memiliki kecerdasan di atas rata-rata, ide yang cemerlang, serta kemampuan menerapkan kebijakan yang nyata. Ia menyebut Hatta memiliki karakter yang cukup berbeda dibanding pasangannya, Prabowo.

Menurut Hamdi, gaya kepemimpinan Hatta Rajasa cenderung demokratis. Dalam mengambil keputusan, Hatta dinilai lebih mau mendengar pendapat orang lain.

Riset dilakukan melalui penilaian jarak jauh

Hamdi menjelaskan, penilaian kepribadian kandidat presiden dan wakil presiden tidak mudah dilakukan karena keterbatasan akses informasi secara langsung. Karena itu, tim peneliti melakukan penilaian dari jarak jauh dengan mengamati perilaku kandidat saat berpidato di depan publik, rekaman wawancara, catatan biografi, serta peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya.

Penelitian tersebut merupakan kerja sama antara Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia, Ikatan Psikologi Sosial, Ikatan Psikologi Klinis, dan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, serta dipublikasikan pada Kamis (3/7).

Hamdi menyebut pendekatan yang digunakan dikenal sebagai methodology psychological at distance, yakni metode untuk menakar aspek kepribadian seseorang dari jauh. Ia mengatakan ada tiga rangkaian studi yang dilakukan, yaitu:

  • Survei terhadap 204 psikolog untuk menilai aspek kepribadian.
  • Analisis psikobiografi.
  • Analisis pidato dan wawancara kandidat di berbagai media.

Konteks Pilpres 2014

Pemilihan Presiden dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2014, dan diikuti dua pasangan calon, yakni Prabowo Subianto–Hatta Rajasa serta Joko Widodo–Jusuf Kalla.