MAKASSAR — Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Orasi Ilmiah dan pengukuhan profesor pada Selasa, 31 Maret 2026, di Gedung Balai Sidang 45 Universitas Bosowa. Kegiatan ini dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman, Ketua BPH Asrul Hidayat, Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud H. Baharuddin Rachim, Ketua Senat Prof Batara Surya, jajaran senat, serta keluarga besar profesor yang dikukuhkan.
Dalam sidang tersebut, Prof Iskandar resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Sosiologi dengan kepakaran Sosiologi Pembangunan dan Perubahan Sosial. Prof Iskandar lahir di Makassar pada 10 Juli 1962 dan memiliki pengalaman di bidang akademik serta kepemimpinan, antara lain pernah menjabat Ketua LPPM STKS, Wakil Rektor I UTS Makassar, dan saat ini Ketua Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa.
Melalui orasi ilmiah berjudul “Pembangunan, Perubahan Sosial dan Masalah Sosial Perkotaan”, Prof Iskandar menyoroti bahwa pembangunan tidak semata menghadirkan kemajuan, tetapi juga memunculkan tantangan sosial yang kompleks. Ia menyampaikan pembangunan nasional merupakan proses transformasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, namun dapat memicu perubahan sosial yang tidak selalu berjalan seimbang.
Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi dan modernisasi kerap berjalan bersamaan dengan munculnya ketimpangan sosial, terutama di wilayah perkotaan. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika urbanisasi serta keterbatasan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, dan layanan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.
Prof Iskandar juga menegaskan bahwa masalah sosial perkotaan, termasuk di Kota Makassar, merupakan konsekuensi dari pembangunan yang belum sepenuhnya inklusif. Ia menilai persoalan sosial di kota tidak dapat dilihat semata sebagai isu ketertiban, melainkan cerminan ketimpangan struktural dan eksklusi sosial yang memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih adaptif dan berkeadilan.
Di akhir orasinya, Prof Iskandar menekankan perlunya perubahan paradigma pembangunan ke depan. Ia menyebut pembangunan perlu berorientasi pada manusia, memperkuat integrasi sosial, serta melindungi kelompok rentan agar tidak semakin tertinggal dalam arus perubahan, sekaligus menegaskan peran akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis keilmuan.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari agenda akademik Unibos dan menandai penguatan peran perguruan tinggi dalam merespons isu sosial kontemporer melalui kontribusi keilmuan.

