Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga memberikan pendampingan kepada anak-anak dan warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Karangreja dan Mrebet, Jawa Tengah, melalui kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) serta pelayanan kesehatan gratis.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Humas Polres Purbalingga, Inspektur Polisi Satu Dwi Arto, mengatakan pendampingan dilakukan dengan menerjunkan tim trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak dan warga yang terdampak bencana.
“Kami memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak dan warga korban banjir bandang agar mereka tetap semangat dan tidak larut dalam trauma,” kata Dwi Arto di Purbalingga, Minggu.
Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan susu dan makanan ringan kepada anak-anak. Mereka juga diajak berkomunikasi dan mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan untuk membantu mengurangi trauma pascabencana.
Dwi Arto menyebut kehadiran tim pemulihan trauma ditujukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menghilangkan rasa takut dan trauma yang dirasakan warga, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Selain pendampingan psikologis, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Purbalingga juga membuka pelayanan kesehatan gratis di lokasi bencana. Tim Dokkes melakukan pemeriksaan langsung kepada warga di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin.
Menurut Dwi Arto, layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana alam. “Kami hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis agar kondisi kesehatan warga terdampak bencana dapat terus terpantau,” katanya.
Ia menambahkan layanan kesehatan gratis dari Dokkes Polres Purbalingga akan terus diberikan selama masa tanggap bencana, sekaligus mengimbau warga memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Banjir bandang di Kecamatan Karangreja dan Mrebet terjadi pada Jumat (23/1) malam hingga Sabtu (24/1) dini hari akibat hujan berintensitas tinggi di wilayah lereng Gunung Slamet.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, banjir bandang di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, mengakibatkan tujuh rumah hanyut, tiga rumah rusak berat, serta 78 rumah terdampak luapan banjir. Peristiwa itu juga menyebabkan puluhan hewan ternak mati, dua jembatan terputus, serta tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa arus.
Di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, tercatat 29 rumah rusak ringan. Selain itu, 60 hektare lahan pertanian gagal panen karena tanaman rusak diterjang banjir, 1.000 sak pupuk dan alat pertanian hilang, serta tiga sepeda motor hanyut. Akses jalan kabupaten juga tertutup material longsor sepanjang 12 meter, dan jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan ambruk.
Sementara di Dusun Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, enam rumah roboh hingga rata dengan tanah dan 36 rumah mengalami rusak berat. Sekitar 500 jiwa dilaporkan mengungsi.

