PLTU Sukabangun Ketapang Lakukan Audit Menyeluruh Usai Insiden Kerja Fatal

PLTU Sukabangun Ketapang Lakukan Audit Menyeluruh Usai Insiden Kerja Fatal

KETAPANG – Manajemen PLTU Sukabangun Ketapang melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur keselamatan kerja di area operasional setelah terjadi insiden kerja fatal yang menimpa pekerja PT Limas Anugrah Steel pada Rabu (21/1). Audit tersebut mencakup peninjauan prosedur keselamatan serta pelaksanaan teknis di lapangan, termasuk oleh mitra kerja.

Manager PLTU Sukabangun Ketapang, Zais Ariyono, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama dan disebut tidak dapat ditawar.

Menurutnya, pihak PLTU telah berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk memastikan proses investigasi berjalan secara objektif dan transparan. Untuk mendukung proses pemeriksaan, aktivitas terkait di lokasi kejadian dihentikan sementara.

Manajemen menyatakan audit dilakukan guna membedah akar masalah, baik dari sisi prosedur internal maupun implementasi teknis oleh mitra di lapangan. Zais juga memastikan hak keluarga korban akan dipenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain audit, PLTU Sukabangun Ketapang menyiapkan tindakan kontraktual hingga langkah hukum apabila ditemukan pihak yang terbukti lalai dalam menjalankan prosedur. Manajemen menegaskan langkah ini diambil untuk menutup celah keamanan dan mencegah insiden serupa terulang.