Pasar Bitcoin saat ini terlihat stabil di permukaan, namun sejumlah data menunjukkan adanya kerentanan pada struktur permintaan. Temuan terbaru dari CryptoQuant mengindikasikan bahwa permintaan Bitcoin makin terkonsentrasi pada satu pemain besar, yakni Strategy, yang dalam 30 hari terakhir disebut mengakumulasi sekitar 45.000 BTC—menjadi laju pembelian tercepat dalam hampir satu tahun.
Kondisi ini kontras dengan tren di kelompok perusahaan treasury lainnya. Pembelian dari perusahaan-perusahaan tersebut dilaporkan turun tajam menjadi sekitar 1.000 BTC, atau merosot hingga 99% dari puncaknya. Situasi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan permintaan secara keseluruhan nyaris berhenti, sementara pasar semakin bergantung pada satu sumber utama.
Seiring tren tersebut, Strategy kini disebut menguasai sekitar 76% dari total kepemilikan Bitcoin di antara perusahaan treasury. Angka ini mempertegas struktur pasar yang kian terpusat, meski harga dapat terlihat tetap tertopang oleh akumulasi dari satu entitas dominan.
Tim riset Tokocrypto menilai struktur seperti ini dapat tampak kuat karena masih ada pembeli besar yang menopang harga, tetapi fondasinya rapuh lantaran permintaan di luar Strategy dinilai nyaris menghilang. Mereka menekankan bahwa jika pembelian Strategy melambat atau berhenti, pasar berpotensi menghadapi kekosongan permintaan secara tiba-tiba.
Penurunan juga tercermin pada partisipasi pasar. Semakin sedikit perusahaan yang melakukan akumulasi Bitcoin, yang mencerminkan melemahnya distribusi permintaan dan berkurangnya kedalaman pasar. Data on-chain turut memperkuat gambaran tersebut, di mana Coinbase Premium yang tidak stabil menunjukkan bahwa permintaan spot—terutama dari pasar Amerika Serikat—belum pulih secara merata.
Struktur pasar yang bergantung pada satu pembeli besar dinilai memiliki dua sisi. Di satu sisi, pembelian yang konsisten dapat membantu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tekanan penurunan. Namun di sisi lain, ketergantungan pada satu entitas meningkatkan risiko sistemik karena pasar yang sehat umumnya ditopang oleh permintaan yang lebih tersebar, bukan terkonsentrasi.
Dengan demikian, risiko “demand vacuum” atau kekosongan permintaan menjadi perhatian utama apabila Strategy memperlambat atau menghentikan akumulasinya. Tanpa dukungan dari pemain lain, harga Bitcoin berpotensi kehilangan penopang yang selama ini membantu menjaga stabilitas. Dalam fase seperti ini, sorotan pasar bukan hanya pada siapa yang membeli, melainkan juga pada siapa yang sudah berhenti membeli.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Konten ini bersifat informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual.

