MAKASSAR — Gerakan bertajuk “Serbu Biringkanaya” yang dilakukan ratusan relawan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 2, Appi-Rahman, disebut berhasil menarik perhatian publik. Kegiatan ini dimulai dari Kecamatan Biringkanaya dan dijalankan secara serentak di 11 kelurahan.
Gerakan tersebut dikemas sebagai model kampanye untuk menyosialisasikan program sekaligus mengajak warga memilih pasangan nomor urut 2 pada 9 Desember. Pola pengerahannya dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil dalam jumlah banyak yang bergerak pada waktu yang sama.
Dalam pelaksanaannya, relawan melakukan sejumlah kegiatan di lingkungan warga, antara lain bercengkrama dengan masyarakat, memberikan edukasi dan penyuluhan terkait bahaya Covid-19, pelayanan kesehatan gratis, pembagian masker, penyemprotan disinfektan, pemasangan baliho dan banner, serta sosialisasi visi-misi.
Gerakan ini dipimpin Diza Ali dan Muslim Salam selaku Wakil Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman. Struktur relawan yang terlibat disebut terdiri dari berbagai tim, termasuk tim Kalla dan Bosowa, Makassar Maju, Millenial Appi-Rahman, MACCA, Duta Sehat, Satgas Covid, Saya Merah (The Maczman), Albos, Markas, Charli, Pemuda Pancasila Kota Makassar, tim pendamping, serta tim kendaraan visi-misi.
Relawan juga tampil di hadapan warga dengan menggunakan masker dan faceshield, sembari mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan guna meredam penyebaran virus corona di lingkungan permukiman.
Pengamat politik dari Global Riset Indonesia, Al Ghazali, menilai gerakan “Serbu Biringkanaya” berpengaruh pada psikologi pemilih karena relawan hadir dengan suasana yang dinilainya positif. Ia menyebut sikap ramah dan senyum relawan dapat menimbulkan perasaan senang di tengah masyarakat, berbeda jika relawan hadir dengan ekspresi yang tidak menyenangkan.
“Aura positif yang dominan itu datang dan tentu akan mempengaruhi di sekitarnya,” kata Al Ghazali, Selasa (27/10/2020). Ia mengaitkan hal itu dengan konsep “law of attraction” atau hukum tarik-menarik.
Menurutnya, strategi menggaet pemilih memiliki beberapa tingkatan, yakni menggalang, memelihara, menjaga, dan memastikan. Ia menilai gerakan serbu tersebut masih berada pada fase penggalangan dan mulai mengarah pada upaya menjaga dukungan, sementara tahap berikutnya bergantung pada skenario yang disusun manajemen tim pemenangan.
Al Ghazali juga mengaku terkejut dengan gerakan yang dinilainya masif hingga menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Dari pengamatannya, ia menilai gerakan itu patut diapresiasi dan tidak berangkat dari pola berbasis uang atau tim bayaran, melainkan kesadaran relawan untuk bergerak.
Ia menambahkan, gerakan tersebut juga berpotensi memengaruhi psikologi kandidat lain. Menurutnya, langkah seperti itu dapat menimbulkan rasa waswas pada pesaing politik.

