Unggahan di media sosial yang mengeklaim Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) merilis imbauan untuk waspada terhadap penculikan anak di wilayah Lombok dipastikan tidak benar. Narasi tersebut beredar dalam bentuk flyer atau selebaran digital yang menampilkan logo Pemprov NTB serta memuat daftar modus penculikan dan sejumlah saran bagi orangtua.
Sejumlah akun Facebook membagikan flyer tersebut dan menyebarkannya sebagai informasi resmi pemerintah daerah. Namun, Pemprov NTB menegaskan selebaran itu bukan berasal dari pihaknya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Ahsanul Khalik, menyatakan flyer berisi imbauan kewaspadaan penculikan anak di Lombok merupakan hoaks. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang sumbernya tidak jelas.
“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu seperti ini memicu kepanikan atau tindakan yang tidak kita inginkan,” kata Ahsanul Khalik, Selasa (19/5/2026).
Ahsanul juga mengingatkan hoaks terkait penculikan anak dapat memicu provokasi dan berbahaya karena berpotensi mendorong tindakan kekerasan. Ia meminta masyarakat mengedepankan tabayun atau klarifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi.
Dengan demikian, klaim bahwa Pemprov NTB mengeluarkan flyer imbauan waspada penculikan anak di Lombok dinyatakan hoaks. Pemprov NTB mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak terverifikasi.