Pemkot Balikpapan Dorong Smart City lewat Digitalisasi Layanan Publik dan Integrasi Perizinan

Pemkot Balikpapan Dorong Smart City lewat Digitalisasi Layanan Publik dan Integrasi Perizinan

Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat konsep Smart City melalui pemanfaatan teknologi digital di berbagai layanan publik. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan pemanfaatan teknologi informasi telah diterapkan hampir di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sistem pelayanan berbasis digital tersebut terintegrasi secara daring, sehingga warga dapat mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

Bagus menekankan penerapan Smart City tidak hanya soal penggunaan aplikasi, tetapi juga perubahan cara kerja birokrasi agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan warga. “Saat ini sebagian besar pelayanan sudah bisa dilakukan secara online. Masyarakat cukup memanfaatkan sistem yang tersedia,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pelayanan perizinan. Pemkot Balikpapan telah mengintegrasikan 104 jenis layanan perizinan secara digital di berbagai OPD. Melalui sistem ini, proses pengurusan izin diharapkan berjalan lebih cepat, akuntabel, dan transparan.

Selain transformasi digital, pemerintah kota juga menjalankan sejumlah program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di sektor kesehatan, Pemkot Balikpapan menyediakan fasilitas BPJS Kesehatan kelas III secara gratis bagi warga, yang disebut telah berjalan selama lima tahun terakhir.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya,” kata Bagus.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah menyalurkan seragam sekolah gratis untuk peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta menyediakan berbagai bentuk beasiswa pendidikan. Program tersebut dipandang sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan.

Meski demikian, Bagus mengakui masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait penanganan banjir dan penyediaan air bersih. Pemerintah kota telah menyusun rencana induk pengendalian banjir serta program penguatan layanan air bersih yang ditargetkan terealisasi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Menutup keterangannya, Bagus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, ketertiban, dan kondusivitas kota. Ia menilai dukungan warga penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan, terutama karena Balikpapan merupakan daerah dengan banyak industri dan proyek strategis nasional.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan ketertiban, karena Balikpapan adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.