Pemkab Jember Tertibkan Trotoar di Empat Jalan Protokol Lewat Operasi Indonesia Asri

Pemkab Jember Tertibkan Trotoar di Empat Jalan Protokol Lewat Operasi Indonesia Asri

Pemerintah Kabupaten Jember menggelar penertiban trotoar di kawasan pusat kota pada Jumat pagi melalui Operasi “Indonesia Asri”. Sekitar 100 personel gabungan diturunkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki.

Operasi tersebut dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember Bambang Rudianto bersama Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang (Satgas ITR). Penertiban difokuskan pada empat jalan protokol, yakni Jalan Trunojoyo, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Ahmad Yani.

Di ruas-ruas itu, petugas menindak berbagai bentuk pemanfaatan trotoar dan bahu jalan untuk kegiatan usaha maupun kepentingan lain yang dinilai mengganggu mobilitas pejalan kaki serta kelancaran arus kendaraan.

Bambang menyebut penertiban dilakukan setelah tahapan sosialisasi. Dalam tiga hari terakhir, aparat menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat dan pelaku usaha melalui woro-woro di lapangan serta surat edaran.

“Kami sudah melakukan sosialisasi selama tiga hari melalui woro-woro di lapangan maupun surat edaran. Hari ini kami melaksanakan penertiban agar fungsi ruang publik kembali seperti semula,” ujar Bambang.

Menurutnya, trotoar harus dikembalikan pada fungsi dasar untuk melayani pejalan kaki dengan aman dan nyaman. Sementara badan jalan semestinya digunakan untuk transportasi, bukan untuk aktivitas lain yang berpotensi menambah semrawut kawasan perkotaan.

“Setiap kegiatan usaha yang memanfaatkan ruang publik harus memiliki izin serta berada di lokasi yang diperbolehkan. Tujuannya agar ketertiban kota tetap terjaga,” kata Bambang.

Operasi ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Kecamatan Kaliwates.

Pemkab Jember juga menyatakan menyiapkan pendekatan solusi agar pelaku usaha kecil tetap dapat beraktivitas secara tertib. Sejumlah lokasi seperti ruang terbuka hijau, lapangan, dan gang tertentu dipertimbangkan sebagai alternatif tempat berusaha yang tidak mengganggu kepentingan umum. Selain itu, rencana pembangunan pusat kuliner atau pujasera disebut turut disiapkan sebagai wadah yang lebih rapi dan terorganisasi.

Melalui Operasi “Indonesia Asri”, pemerintah daerah berharap kawasan perkotaan Jember menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus tetap memberi ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat dalam koridor aturan yang berlaku.