Pemerintah Kabupaten Jember mulai menata kembali kawasan perkotaan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat upaya menciptakan lingkungan kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab Jember melakukan penataan ulang fungsi pedestrian serta sejumlah fasilitas publik lainnya. Kegiatan penertiban tersebut dilakukan dengan pendekatan persuasif pada Selasa (10/3/2026).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jember, Bambang Rudiyanto, mengatakan operasi penertiban melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Unsur yang terlibat antara lain Badan Pendapatan Daerah, Dinas PUPR, Bina Marga, Dinas Perhubungan, serta Dinas Koperasi dan UMKM yang berperan sebagai pembina pedagang kaki lima (PKL).
Rudiyanto menegaskan, penertiban dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan penyadaran bahwa area pedestrian atau trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berusaha atau berdagang. Namun, para pelaku usaha diminta mematuhi aturan yang berlaku, terutama terkait penataan lapak setelah aktivitas jual beli selesai.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pembersihan lapak dan terpal, penataan spanduk dan reklame, penertiban kabel utilitas, serta memperhatikan kebersihan bantaran sungai. Para pedagang diimbau merapikan peralatan dagang, tenda, maupun terpal setelah selesai berjualan agar tidak mengganggu estetika kota maupun fungsi jalan.
Penertiban juga menyasar papan reklame yang tidak sesuai ketentuan atau mengganggu keindahan kota. Selain itu, petugas turut memperhatikan penataan kabel fiber optic (FO) serta kebersihan di kawasan bantaran sungai.
Menurut Rudiyanto, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Ia berharap kesadaran warga untuk menjaga ketertiban kota semakin meningkat selama Ramadan, sehingga Jember menjadi kota yang asri bagi semua.

