Pemimpin Jawa Timur Berikutnya Diminta Lebih Fokus pada Isu Remaja, Termasuk Kesehatan Mental

Pemimpin Jawa Timur Berikutnya Diminta Lebih Fokus pada Isu Remaja, Termasuk Kesehatan Mental

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinilai berhasil menerapkan program Generasi Berencana (GenRe) yang dicanangkan BKKBN dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu dijawab pemimpin Jawa Timur berikutnya, terutama dalam menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi 2045.

Hal itu disampaikan Suma, Pengurus Insan GenRe Jawa Timur sekaligus Duta GenRe Jatim 2022. Menurutnya, keberadaan Program GenRe semakin krusial untuk menyongsong bonus demografi, sehingga perhatian pemerintah terhadap isu-isu remaja perlu diperkuat.

Suma menekankan pentingnya fokus pemerintah pada persoalan kesehatan mental remaja, selain edukasi kesehatan reproduksi. Ia menyebut GenRe tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga, tetapi juga merespons isu kesehatan mental yang kian mendesak.

Di tengah berbagai tekanan sosial yang dihadapi remaja, Suma menilai investasi pada program pengembangan kapasitas remaja perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti posisi BKKBN sebagai perwakilan badan nasional di provinsi yang tidak memiliki otoritas langsung dalam implementasi di Jawa Timur, sehingga peran pemerintah provinsi menjadi kunci.

Menurutnya, kepedulian terhadap penanganan kesehatan mental selama ini banyak muncul dari komunitas, bukan dari pemerintah. Karena itu, ia mendorong adanya penguatan kebijakan dan pelaksanaan program di tingkat daerah.

Suma turut mengusulkan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah di Jawa Timur. Ia menggambarkan PIK-R dapat difungsikan seperti OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), atau kegiatan ekstrakurikuler wajib lainnya, sebagai instrumen untuk meningkatkan perhatian terhadap masalah yang dihadapi remaja.

Ia menyebut dukungan regulasi pemerintah dapat menjadi pendorong penting. Selain itu, pemerintah juga didorong meningkatkan kinerja DP3AP2KB di tiap daerah serta membuat aturan yang mewajibkan pendidikan substansi GenRe, bahkan mewajibkan PIK-R di sekolah, karena PIK-R dinilai sebagai akar penguatan program di kalangan remaja.

Suma berharap pemimpin Jawa Timur selanjutnya dapat memahami pentingnya mempersiapkan generasi muda melalui program yang lebih terstruktur dan efektif. Ia juga mendorong agar investasi pada remaja dan anak muda melalui program GenRe diperluas secara lebih masif di kabupaten dan kota, serta dipromosikan lebih luas agar lebih banyak remaja mendapat akses edukasi yang tepat.