Pelatihan TRC Jawa Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Diikuti Relawan dari 35 Daerah

Pelatihan TRC Jawa Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Diikuti Relawan dari 35 Daerah

Ungaran, Kabupaten Semarang — Upaya memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat bencana di Jawa Tengah dilakukan melalui Pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi Jawa Tengah yang digelar selama dua hari, 24–25 Januari 2026, di Wisma Jateng, Gedung PKK, Ungaran.

Pelatihan ini merupakan sinergi antara TRC Jawa Tengah, BPBD Provinsi Jawa Tengah, PMI Provinsi Jawa Tengah, serta DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti relawan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat jejaring relawan kebencanaan di tingkat daerah.

Pelatihan dibuka oleh Ketua Umum TRC, Boestanoel Arifin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan relawan menghadapi potensi bencana yang dinilai semakin beragam. Menurutnya, pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan koordinasi agar penanganan di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Dewan Pembina TRC Jawa Tengah, Arif Yulianto (Gonteng), menambahkan bahwa relawan tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian. Ia menekankan nilai empati, kepekaan, serta komitmen kemanusiaan sebagai hal yang perlu dijaga oleh para relawan.

Perwakilan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Wachjoedi Fadjar, mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang terbangun dalam pelatihan tersebut. Ia menyampaikan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, sehingga sinergi antara pemerintah dan relawan dinilai penting untuk memperkuat ketangguhan daerah.

Sementara itu, Wawan Pramono selaku perwakilan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah menyatakan harapannya agar pelatihan semacam ini dapat terus berkelanjutan.