Menjelang pengumuman pemenang kompetisi AIR2030 yang ditujukan untuk menggantikan pesawat tempur F/A-18 Hornet dan F-5 Tiger II milik Angkatan Udara Swiss, opini publik di Swiss kian mencuat sebagai isu yang berkembang dalam proses tersebut.
Menurut laporan media Swiss, hasil kompetisi ini diperkirakan tidak menguntungkan bagi Rafale buatan Prancis. Sejumlah indikasi disebut mengarah pada pilihan kepala Departemen Pertahanan Federal Swiss, Viola Amherd, yang dinilai cenderung mendukung penawaran Lockheed Martin dengan jet tempur F-35.
Dengan pengumuman pemenang yang tinggal hitungan jam, dinamika opini publik menjadi salah satu faktor yang ikut mewarnai persaingan pengadaan pesawat tempur baru Swiss, meski belum dapat dipastikan sejauh mana pengaruhnya terhadap keputusan akhir.

