Nama dan desain Kompas.com dicatut untuk menyebarkan narasi hoaks di internet pada pertengahan Juli 2026. Unggahan tersebut melakukan impersonasi seolah-olah menampilkan artikel yang terbit di Kompas.com pada 19 Juli 2026.
Narasi hoaks itu turut mencatut presenter Najwa Shihab, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta tayangan “Rosi” di Kompas TV. Dalam unggahan tersebut, diklaim terjadi perdebatan keras antara Najwa dan Perry dalam acara “Rosi” hingga disebut membuat Perry emosi dan meninggalkan acara.
Unggahan itu menarasikan perdebatan berkaitan dengan topik utang rumah tangga Indonesia. Perry disebut membela suku bunga tinggi sebagai “alat pertumbuhan yang diperlukan”. Sementara itu, Najwa diklaim mempertanyakan pernyataan Perry yang menilai masyarakat perlu belajar mengelola keuangan, termasuk menabung. Dalam narasi tersebut, Najwa juga dituduhkan menuding Perry hanya berupaya melindungi bank-bank besar.
Di bagian akhir, unggahan itu mengarahkan pembaca ke sebuah situs yang diklaim menawarkan solusi bagi masyarakat yang terjerat utang dan masalah keuangan.
Selain meniru tampilan media, unggahan tersebut juga menggunakan foto manipulasi. Hasil uji menggunakan Hive Moderation menunjukkan gambar-gambar yang disertakan memiliki probabilitas tinggi sebagai gambar generatif. Salah satunya foto yang menampilkan Najwa dan Perry berdebat dengan Rosiana Silalahi sebagai pembawa acara “Rosi”, dengan probabilitas 98,3 persen sebagai gambar generatif. Foto lain yang memperlihatkan Perry meninggalkan perdebatan saat talkshow berlangsung terdeteksi memiliki probabilitas 99,6 persen.
Tim Cek Fakta Kompas.com sebelumnya juga pernah membongkar narasi hoaks serupa yang beredar di media sosial. Dalam versi lain, narasinya dibuat lebih dramatis dengan klaim Perry sangat emosi hingga memukul Najwa saat acara “Rosi” berlangsung.
Masyarakat diimbau waspada terhadap pencatutan nama dan desain Kompas.com maupun Kompas TV untuk menyebarkan kabar bohong yang berpotensi berdampak negatif.