Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan empat isu strategis untuk merespons situasi dan kondisi sosial masyarakat terkini. Penetapan ini disampaikan Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto dalam agenda Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) MPKS PP Muhammadiyah yang digelar secara blended di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Ahad (19/10).
Mariman menjelaskan, isu strategis pertama adalah penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan pusat pembangunan sosial yang memiliki peran vital.
Isu kedua menyangkut transformasi Amal Usaha Muhammadiyah Sosial (AUMSos) agar dapat memainkan peran sebagai pusat inovasi sosial. Dalam arahannya, AUMSos juga diharapkan semakin profesional serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Isu ketiga adalah penataan ruang publik yang inklusif dan adil bagi penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya. Sementara isu keempat menyoroti kesiapan kebijakan dan layanan sosial bagi warga lanjut usia seiring meningkatnya populasi menua.
“Kita perlu membangun sistem pelayanan sosial yang mandiri dan tidak harus berpusat pada panti, tetapi menuju pada keluarga dan komunitas,” ujar Mariman.
Ia menambahkan, fokus MPKS ke depan diarahkan pada perlindungan kelompok rentan, pengembangan panti berbasis kemandirian, advokasi kebijakan sosial, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dalam Rakerpim tersebut, MPKS PP Muhammadiyah juga menyepakati penetapan sepuluh program prioritas untuk mendukung empat isu strategis. Program-program itu antara lain penerapan standar AUMSos, penilaian kinerja lembaga sosial, pengembangan pusat pengaduan dan sistem rujukan terpadu, forum komunikasi antar-AUMSos, pembibitan dan sertifikasi tenaga sosial, penyelenggaraan program studi kesejahteraan sosial di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta penguatan peran Pusat Santunan Keluarga Muhammadiyah (PSKM).

