Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 20 Satuan Pendidikan di Purworejo pada Hari Bermuhammadiyah

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 20 Satuan Pendidikan di Purworejo pada Hari Bermuhammadiyah

PURWOREJO — SMK Muhammadiyah Purwodadi menjadi tuan rumah kegiatan Hari Bermuhammadiyah yang dirangkai dengan peresmian revitalisasi satuan pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Sabtu, 24 Januari 2026. Acara ini dihadiri warga Muhammadiyah, simpatisan, serta orang tua dan wali murid SMK Muhammadiyah Purwodadi, dengan jumlah jamaah sekitar 2.000 orang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian Ruang Praktik Siswa (RPS) Perhotelan SMK Muhammadiyah Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Peresmian ditandai pengguntingan pita oleh Menteri, kemudian dilanjutkan hotel tour yang dipandu Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Sumarjo, M.Pd.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Drs. H. Pudjiono, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri dan jajaran. Ia menegaskan Muhammadiyah siap bersinergi dengan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Pudjiono juga menyatakan berbagai saran dan masukan untuk kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo akan ditindaklanjuti, termasuk penyempurnaan RPS Perhotelan sebagai bagian dari target kinerja PDM dalam Key Performance Indikator (KPI) berupa terbentuknya training center untuk berbagai kegiatan Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo.

Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., mengapresiasi kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajarannya. Ia menyampaikan pemerintah daerah siap bersinergi dengan semua pihak, termasuk Muhammadiyah, untuk mewujudkan Purworejo BERSERI (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius dan Inovatif).

Dalam taushiyahnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga kuat dalam budaya dan nilai. Ia mengajak para pemangku kepentingan pendidikan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

“Sekolah jangan hanya megah dalam fasilitas fisiknya saja, tetapi harus mampu membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah harus memiliki daya tarik yang membuat orang ingin datang,” ujar Menteri.

Pesan tersebut juga disampaikan dalam Bahasa Jawa agar lebih mudah dipahami masyarakat. “Sekolah boleh megah, tetapi jangan sampai megahi,” tuturnya, yang disambut antusias jamaah.

Menteri juga mengingatkan peran strategis sekolah dalam melahirkan generasi unggul yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan fisik. Ia merujuk pada gambaran Al-Qur’an tentang kepemimpinan ideal dalam Surat Al-Baqarah ayat 247, yaitu bashtotan fil ‘ilmi wal jism.

“Al-Qur’an mengajarkan bahwa pemimpin dan generasi unggul adalah mereka yang memiliki keluasan ilmu dan kekuatan fisik. Ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan jasmani dalam membangun diri dan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Menteri, pendidikan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian akademik, melainkan juga membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan kehidupan. Ia turut menekankan pentingnya menempatkan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar secara tepat sesuai konteks dan landasan keilmuan.

“Amar ma’ruf nahi munkar harus dikembalikan pada maknanya yang benar, dilaksanakan dengan ilmu, hikmah, dan kebijaksanaan, agar benar-benar membawa kemaslahatan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan peresmian revitalisasi untuk 20 satuan pendidikan di Kabupaten Purworejo. Salah satu penerima dana program revitalisasi, Cahyo Winarno, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 3 Purworejo, menyampaikan testimoni dan ucapan terima kasih kepada Menteri untuk diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah dan peresmian revitalisasi satuan pendidikan ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah dan dunia pendidikan untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan sekolah yang unggul, berkarakter, serta relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Acara ditutup dengan doa yang dibacakan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Purwodadi, Sudarno, A.Ma.