Mendagri dan Menteri PKP Apresiasi Penanganan Bencana di Tapsel, Pengamat Soroti Komunikasi Politik dan Transparansi

Mendagri dan Menteri PKP Apresiasi Penanganan Bencana di Tapsel, Pengamat Soroti Komunikasi Politik dan Transparansi

Kinerja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam penanganan bencana mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu dinilai berhasil membangun komunikasi politik yang kuat serta menerapkan transparansi dalam penyaluran bantuan.

Apresiasi itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat penyerahan 120 kunci rumah hunian tetap kepada warga di Desa Hapesong, pekan lalu.

Pengamat politik dari FISIP Universitas Sumatera Utara, Indra Fauzan, menilai pujian tersebut bukan sekadar apresiasi, melainkan juga sinyal bagi daerah lain agar lebih responsif dalam menangani bencana.

“Pernyataan menteri itu bukan hanya pujian, tetapi juga pesan kepada kepala daerah lain agar tidak hanya menunggu bantuan pusat, melainkan aktif dan cepat bertindak sejak awal bencana,” ujar Indra.

Menurutnya, pola komunikasi yang dibangun Pemkab Tapsel dinilai efektif, termasuk dalam menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah (NGO).

Indra juga menekankan pentingnya strategi penanganan bencana yang terencana, antara lain melalui penyusunan anggaran khusus kebencanaan dan penyusunan blueprint penanganan yang terintegrasi dari daerah hingga pusat.

Sementara itu, pengamat sosial politik dari Universitas Negeri Medan, Bakhrul Khair Amal, menilai respons cepat Pemkab Tapsel turut mematahkan stigma lama terhadap daerah tersebut.

“Selama ini Tapsel kerap diidentikkan dengan ‘tak pernah selesai’. Namun dengan penanganan bencana yang cepat dan tepat, stigma itu mulai runtuh,” kata Bakhrul.

Bakhrul menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan. Penyaluran bantuan disebut dilakukan berdasarkan data yang valid serta kebutuhan riil di lapangan.

“Ini bukan sekadar kerja seremonial, tetapi berbasis kinerja yang terukur. Karena itu wajar jika mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemauan politik (political will) dan komitmen kuat dari kepala daerah dinilai menjadi pendorong percepatan penanganan bencana di Tapsel.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Tapsel dinilai menunjukkan efektivitas tata kelola pemerintahan dalam situasi krisis dan disebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam manajemen kebencanaan yang responsif dan terukur.