Menbud Fadli Zon Dorong Pembaruan Tata Pamer Gedung Juang 45 Medan agar Lebih Menarik bagi Generasi Muda

Menbud Fadli Zon Dorong Pembaruan Tata Pamer Gedung Juang 45 Medan agar Lebih Menarik bagi Generasi Muda

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai peningkatan penyajian informasi dan pembaruan tata ruang pamer di Gedung Juang 45 Medan perlu dilakukan untuk menarik minat generasi muda berkunjung. Ia menyebut pembenahan dapat difokuskan pada aspek pencahayaan, penataan pamer, serta pemanfaatan teknologi digital agar pengalaman pengunjung lebih imersif.

Dalam kunjungan kerjanya, Fadli juga menyoroti pentingnya koleksi numismatik yang dipamerkan di museum sebagai penanda perjalanan sejarah sebuah bangsa. Menurutnya, uang dan prangko merupakan simbol identitas negara, terutama pada masa awal kemerdekaan.

Ia menambahkan, keberadaan koleksi tersebut tidak hanya memperlihatkan dinamika ekonomi masa lalu, tetapi juga menggambarkan proses perjumpaan budaya yang melibatkan berbagai komunitas, termasuk pekerja perkebunan yang didatangkan dari Jawa.

Melanjutkan agenda kerja, Fadli meninjau Museum Perkebunan Indonesia. Ia mengapresiasi museum yang menyajikan narasi tentang kekayaan komoditas perkebunan Indonesia, khususnya di Sumatra bagian Utara, serta mengangkat sejarah perkebunan dan pengetahuan mengenai tanaman dan produk perkebunan.

Menurut Fadli, jejak sejarah yang ditampilkan menunjukkan bagaimana kekayaan alam Nusantara pernah menjadi penopang kemakmuran negeri penjajah pada masa itu. Ia menilai, melalui penyajian koleksi dan narasi sejarah, museum dapat menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi publik.

Ia juga menyinggung perkembangan sejarah perkebunan sejak masa liberalisasi ekonomi pada tahun 1870, ketika berbagai komoditas seperti tebu, tembakau, dan tanaman perkebunan lainnya menjadi produk unggulan yang diekspor ke berbagai wilayah dunia, terutama ke Eropa.

Kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat museum sebagai ruang kebudayaan yang hidup, inklusif, dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui penguatan tata pamer, pemanfaatan teknologi, dan pengayaan narasi sejarah, Kementerian Kebudayaan mendorong museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga ruang publik yang aktif membangun kesadaran sejarah dan kebudayaan bangsa.