Kampar — Sejumlah pihak di Kabupaten Kampar mendesak Bupati Kampar Ahmad Yuzar untuk mengambil langkah tegas terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Kampar. Desakan itu muncul setelah masyarakat menilai pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut tidak transparan dan memunculkan pertanyaan di publik.
Permintaan agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah menguat seiring sorotan mengenai penggunaan dana BOS yang dinilai belum memberikan kejelasan kepada masyarakat. Menurut pihak yang menyuarakan desakan tersebut, transparansi pengelolaan anggaran pendidikan dipandang penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung kualitas pendidikan di daerah.
Dalam pernyataan yang beredar, Bupati Kampar diminta segera mengevaluasi kepala sekolah SMPN 1 Kampar. Bahkan, apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana BOS, pencopotan kepala sekolah disebut sebagai langkah yang dinilai tepat.
“Kami meminta Bupati Kampar untuk segera mengevaluasi dan mencopot kepala sekolah SMP Negeri 1 Kampar, karena pengelolaan dana BOS dinilai tidak transparan dan menimbulkan tanda tanya di masyarakat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten Kampar maupun pihak sekolah. Masyarakat berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti secara objektif dan transparan agar tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Sorotan ini menjadi perhatian publik dalam konteks upaya memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan, khususnya di sekolah negeri di Kabupaten Kampar.

