Marlina Usman atau “Kak Na” Disorot atas Kiprah Sosial sebagai Ketua TP-PKK dan Pembina Posyandu Aceh

Marlina Usman atau “Kak Na” Disorot atas Kiprah Sosial sebagai Ketua TP-PKK dan Pembina Posyandu Aceh

Marlina Usman yang akrab disapa “Kak Na”, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), menjadi perhatian publik melalui sorotan media atas aktivitasnya di bidang sosial, kesehatan, dan kemanusiaan. Ia menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh.

Sejak dikukuhkan pada 20 Februari 2025 sebagai Ketua TP-PKK dan Pembina Posyandu Aceh periode 2025–2030, Kak Na disebut terlibat dalam sejumlah agenda yang dinilai strategis. Sejumlah pemberitaan menilai perannya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga terlihat melalui kegiatan di lapangan, termasuk dalam situasi krisis dan program pemberdayaan masyarakat.

Dalam peristiwa banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025, Kak Na dilaporkan turun ke lokasi terdampak seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Ia berinteraksi dengan warga di posko pengungsian serta memantau penyaluran bantuan.

Di salah satu kunjungan, Kak Na menyoroti kondisi kesehatan warga terdampak, terutama keluhan penyakit kulit akibat paparan air dan lumpur. Ia juga menegaskan bantuan yang disalurkan berasal dari kolaborasi berbagai pihak, bukan atas nama pribadi. “Ini adalah titipan dari banyak pihak yang peduli. Kami hanya menyampaikan amanah,” ujarnya dalam salah satu kegiatan.

Selain kegiatan kemanusiaan, Kak Na juga dikaitkan dengan agenda kesehatan dan ekonomi masyarakat. Sebagai Pembina Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Aceh, ia mendorong pembentukan organisasi tersebut di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat kampanye kesehatan jantung.

Di sektor ekonomi, perannya sebagai Ketua Dekranasda Aceh turut disorot, terutama terkait dorongan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar meningkatkan kualitas melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar.

Sorotan juga menguat saat Kak Na terlibat dalam agenda nasional bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih di Banda Aceh pada Januari 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengangkat isu sosial sekaligus mempromosikan potensi wisata Aceh di tingkat nasional.

Ratnalia Indriasari, Direktur Utama Jaringan Survei Inisiatif, menilai pendekatan yang dilakukan Kak Na mencerminkan kepemimpinan berbasis empati dan kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Kak Na di berbagai agenda dinilai memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah melalui jalur PKK dan Posyandu.

Di tengah meningkatnya eksposur publik terhadap keluarga gubernur, pemberitaan yang berkembang disebut lebih banyak menampilkan sisi humanis serta kontribusi sosial Kak Na dalam berbagai kegiatan.