Maman Imanulhaq Ingatkan Waspada Gafatar, Dorong Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan dan Pemahaman Agama Bernilai Nasionalisme

Maman Imanulhaq Ingatkan Waspada Gafatar, Dorong Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan dan Pemahaman Agama Bernilai Nasionalisme

JAKARTA — Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) belakangan menjadi sorotan karena aktivitas perekrutan anggotanya yang disebut menjangkau hingga pelosok daerah. Di sejumlah wilayah, organisasi masyarakat ini juga dikategorikan sebagai aliran sesat oleh kantor wilayah agama setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gafatar disebut menganut prinsip kasih sayang dan antikekerasan, serta dipandang sebagai antitesis gerakan radikal. Namun, disebut pula bahwa pengikutnya ingin mengambil jalan pintas karena dalam organisasi tersebut mereka tidak perlu menjalankan sejumlah peribadatan, dengan penekanan pada praktik kasih sayang.

Penilaian Maman Imanulhaq

Anggota DPR Komisi VIII, Maman Imanulhaq, menilai organisasi seperti Gafatar akan terus hidup bila tidak dicegah. Ia mengatakan, kelompok semacam itu kerap menyasar orang-orang yang sedang mengalami persoalan pribadi.

“Ada yang sedang bermasalah, galau, gelisah, secara personal, yang mencari solusi diri. Ini yang jadi sasaran empuk organisasi seperti Gafatar,” kata Maman pada Selasa (12/1).

Menurut Maman, kemunculan organisasi seperti ini berkaitan dengan pemahaman keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan yang tidak dipahami secara komprehensif.

“Sehingga selalu ada kelompok orang yang secara ilusif mencoba membangun sistem dalam sistem. Ini jadi tugas negara dan ormas keagamaan memberi pemahaman kepada warga negara melalui civic education dan agama yang bernilai nasionalisme,” ujarnya.

Faktor sosial yang dinilai memicu

Maman juga menyinggung adanya patologi sosial di tengah masyarakat, seperti ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, serta hancurnya moralitas oleh penyelenggara pemerintahan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan kekecewaan dan keinginan untuk merebutnya, yang kemudian membuat organisasi seperti Gafatar menjamur.

  • Gafatar disorot karena perekrutan anggota hingga pelosok daerah.
  • Di sejumlah wilayah, organisasi ini dikategorikan sebagai aliran sesat oleh kantor wilayah agama setempat.
  • Maman menilai pencegahan perlu diperkuat melalui civic education dan pemahaman agama yang bernilai nasionalisme.