Mahfud Md Kerap Jadi Sasaran Hoaks di Media Sosial, Ini Sejumlah Klaim yang Beredar

Mahfud Md Kerap Jadi Sasaran Hoaks di Media Sosial, Ini Sejumlah Klaim yang Beredar

Mahfud Md kembali menjadi sasaran berbagai hoaks yang beredar di media sosial. Sejumlah konten menampilkan klaim berbeda-beda, mulai dari janji bantuan modal usaha hingga kabar pengangkatan jabatan, yang kemudian ramai dibagikan warganet.

Salah satu hoaks yang beredar menampilkan video yang diklaim memuat pernyataan Mahfud Md tentang program “bantuan modal usaha” dari rampasan aset koruptor. Unggahan ini muncul di Facebook sejak 3 Mei 2026. Dalam narasi yang menyertai video, disebutkan adanya rampasan aset sebesar Rp 10 miliar yang akan dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki usaha, dengan nilai bantuan Rp 100 juta per orang. Konten tersebut juga menyertakan ajakan untuk menghubungi WhatsApp, lengkap dengan fitur “kirim pesan” pada unggahan.

Hoaks serupa juga pernah beredar sebelumnya. Pada 3 Januari 2025, sebuah akun Facebook mengunggah video yang diklaim berisi pernyataan Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha hingga Rp 100 juta dari uang hasil sitaan korupsi. Unggahan itu disertai narasi bertuliskan, “BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU💥 PROF.H.MOHAMMAD MAHFUD”.

Selain klaim terkait bantuan modal usaha, beredar pula kabar bahwa Mahfud Md diangkat Presiden Prabowo Subianto menjadi Jaksa Agung. Informasi ini tersebar melalui TikTok pada 26 Desember 2024, disertai foto Mahfud Md mengenakan seragam kejaksaan seolah sedang dilantik. Pada gambar tersebut tercantum narasi, “PRABOWO LANTIK JAKSA AGUNG! ATURAN MEMISKINKAN & HUKUMAN MATI KORUPTOR LANGSUNG DI-SAHKAN! Mahfud MD Diangkat Prabowo Jadi Jaksa Agung!” Konten itu juga memuat tulisan lain, “mahfud md diangkat prabowo jadi jaksa agung,” dan disebut telah mendapat ribuan respons serta ratusan komentar.

Rangkaian konten tersebut menunjukkan pola hoaks yang memanfaatkan nama tokoh publik dan isu sensitif—seperti bantuan sosial serta penegakan hukum—untuk menarik perhatian. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap unggahan yang meminta kontak pribadi, mengarahkan ke pesan instan, atau menyertakan klaim besar tanpa penjelasan yang dapat diverifikasi.