Mahasiswa UM Rampungkan Peta Administrasi Desa Sroyo Berbasis GIS

Mahasiswa UM Rampungkan Peta Administrasi Desa Sroyo Berbasis GIS

Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) merampungkan penyusunan Peta Administrasi Desa Sroyo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS) tersebut dikerjakan selama 15 Juni hingga 23 Juli 2026.

Peta Administrasi Desa Sroyo diproduksi dengan skala 1:8.186 menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Dengan skala tersebut, peta menyajikan informasi geografis secara detail agar mudah dipahami masyarakat maupun perangkat desa.

Dalam proses penyusunannya, tim mahasiswa melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari pengumpulan data, digitasi batas wilayah, pengolahan layer, pemberian simbol, penyusunan legenda, hingga penataan layout kartografi. Elemen peta yang disusun mencakup skala, penunjuk arah, grid koordinat, inset peta, dan pengaturan tata letak.

Hasil akhir pemetaan menampilkan batas wilayah Desa Sroyo yang berbatasan langsung dengan lima desa tetangga. Selain itu, peta juga memuat informasi penggunaan lahan, seperti area sawah, kebun, ladang, permukiman, dan bangunan. Data lain yang ditampilkan meliputi jaringan jalan serta lokasi fasilitas umum penting, di antaranya balai desa, tempat ibadah atau masjid, dan sarana pendidikan.

Peta administrasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan Pemerintah Desa Sroyo untuk mendukung pelayanan administratif, perencanaan pembangunan jangka panjang, penyusunan program desa, serta menjadi data acuan dalam pengambilan keputusan terkait tata ruang.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menghadapi sejumlah kendala teknis, termasuk keterbatasan data spasial awal yang belum diperbarui sehingga digitasi harus dilakukan secara manual dari citra satelit. Tim juga perlu menangani perbedaan sistem koordinat antarlayer dengan melakukan reprojection agar posisi data tidak bergeser. Penyesuaian elemen kartografi seperti tata letak, ukuran teks, legenda, skala, dan inset peta turut memerlukan waktu agar sesuai standar.

Meski demikian, rangkaian pekerjaan pemetaan tersebut dapat diselesaikan hingga menghasilkan peta administrasi yang menyajikan informasi spasial secara komprehensif.