Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Raih Juara II Kompetisi Oral Nasional Bertema Sosial, Sastra, dan Budaya

Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Raih Juara II Kompetisi Oral Nasional Bertema Sosial, Sastra, dan Budaya

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Athaya Hanun Sasmitha, meraih Juara II dalam Kompetisi Oral #3 Tingkat Nasional Tahun 2026. Athaya merupakan mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2025.

Kompetisi tersebut mengusung subtema Sosial, Sastra, dan Budaya, serta diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026.

Dalam ajang presentasi lisan itu, Athaya menyampaikan materi berjudul “Menggunakan Estetika Sastra sebagai Pemantik Empati dan Kesadaran Sosial-Politik Massa”. Ia mengangkat gagasan tentang sastra sebagai media perlawanan sosial-budaya, dengan keyakinan bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk menyuarakan kritik dan melawan ketidakadilan.

Athaya menuturkan, agar tema yang diangkat dapat dipahami dengan mudah, ia mengaitkan materi dengan isu-isu yang relevan di masyarakat. Ia juga berupaya menggunakan bahasa yang komunikatif dan menyertakan solusi konkret untuk menjaga objektivitas penyampaian di hadapan dewan juri.

Meski tampil meyakinkan, Athaya mengaku sempat dilanda keraguan menjelang perlombaan. Dua hari sebelum batas pengumpulan, ia sempat berniat mengganti topik karena khawatir gagasannya disalahartikan sebagai pemberontakan. Namun, ia memilih menyesuaikan strategi penyampaian agar pesan yang disampaikan lebih tepat diterima.

“Yang ingin saya sampaikan bukan tentang ‘pemberontakan’, melainkan tentang mengenalkan sastra sebagai media alternatif untuk menyuarakan pendapat,” kata Athaya.

Ia juga menyebut dukungan teman-teman terdekat menjadi penopang utama selama persiapan, terutama dalam membangun kepercayaan diri. Di akhir, Athaya mengajak mahasiswa UAD lain untuk tidak ragu mencoba berbagai kompetisi sebagai cara mengukur potensi diri.

“Lakukan persiapan dan usaha sekeras mungkin yang kita bisa, lalu selebihnya serahkan hasil akhir kepada Allah Swt. Tetap semangat untuk mengejar prestasi, karena kita tidak akan pernah tahu potensi terbesar kita sebelum benar-benar berani melangkah!” ujarnya.