Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNIS Tangerang Gelar Stand Up Comedy sebagai Ruang Aspirasi Publik

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNIS Tangerang Gelar Stand Up Comedy sebagai Ruang Aspirasi Publik

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang akan menggelar kegiatan stand up comedy bertajuk Tawa dalam Doa pada Rabu, 8 Juli 2026. Acara ini rencananya berlangsung di Nesto Social, Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang, sebagai upaya menghadirkan wadah penyampaian aspirasi masyarakat yang lebih kreatif, terbuka, dan komunikatif.

Kegiatan yang disebut sebagai Ruang Aspirasi Publik ini mengusung format komedi tunggal sebagai medium penyampaian kritik, saran, maupun apresiasi terhadap kebijakan dan pelayanan publik. Sejumlah rangkaian acara disiapkan, mulai dari open mic mahasiswa, puisi satire, hingga diskusi publik, dengan penekanan pada penyampaian aspirasi secara santun dan konstruktif.

Ketua panitia pelaksana, Syahdan Maulana, menyebut acara tersebut akan melibatkan mahasiswa serta komika dari komunitas Stand Up Indo di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Panitia juga mengundang kepala daerah serta perwakilan pemerintah di wilayah Tangerang Raya dan Provinsi Banten untuk mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Menurut Syahdan, salah satu agenda utama adalah sesi “tanggapan tanpa baper”, yang dikemas sebagai forum dialog terbuka. Dalam sesi ini, perwakilan pemerintah diberi kesempatan merespons isu-isu kebijakan yang disampaikan melalui materi komedi, dengan pendekatan komunikatif dan tanpa sekat birokrasi yang kaku. Selain penyampaian aspirasi secara lisan di panggung, peserta juga difasilitasi menyampaikan kritik, saran, dan harapan melalui media tulis maupun platform digital.

Seluruh aspirasi yang masuk selama acara berlangsung akan dihimpun secara terstruktur dalam dokumen “Catatan Aspirasi Publik”. Dokumen tersebut dijadwalkan diserahkan secara resmi kepada pihak kampus UNIS Tangerang dan pemerintah daerah setempat sebagai bahan evaluasi serta masukan untuk pembangunan daerah.

Syahdan berharap kegiatan ini dapat menunjukkan bahwa humor dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan aspirasi, membangun budaya kritik yang cerdas, serta mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah guna mendorong pembangunan yang lebih partisipatif.