Perubahan pola hidup menjelang Ramadan kerap terjadi lebih cepat dibanding kesiapan tubuh. Pergeseran jam tidur, pola makan, hingga aktivitas harian dalam waktu singkat dapat memicu gangguan kesehatan yang muncul berulang dari tahun ke tahun.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam Indonesia Health Insights Report Edisi Q1 2026 yang dirilis Halodoc. Laporan bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Sepanjang Ramadan hingga Perayaan Idulfitri” itu diluncurkan melalui acara Health Talk by Halodoc di Jakarta Pusat.
Halodoc mencatat adanya pola kesehatan yang kembali muncul setiap Ramadan, seiring adaptasi masyarakat terhadap ritme hidup baru selama puasa hingga Idulfitri. Dalam laporan itu, Halodoc menyoroti fenomena Health Adjustment Gap, yakni kondisi ketika kesiapan tubuh tidak sepenuhnya selaras dengan perubahan gaya hidup yang terjadi secara mendadak. Ketimpangan ini dinilai memicu keluhan kesehatan yang cenderung sama dari tahun ke tahun.
Bagi perempuan, terutama ibu dan pekerja perempuan, fase adaptasi tersebut disebut kerap terasa lebih berat. Tanggung jawab rumah tangga, pekerjaan, dan ibadah sering berjalan bersamaan tanpa jeda.
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menyatakan Ramadan merupakan periode perubahan gaya hidup paling signifikan bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Ia menyebut melalui Indonesia Health Insights, Halodoc ingin memberikan rujukan berbasis data dan pandangan medis agar masyarakat lebih siap mengantisipasi gangguan kesehatan.
Fibriyani juga menegaskan komitmen Halodoc untuk menghadirkan layanan kesehatan kapan pun dibutuhkan, termasuk pada jam-jam tidak umum seperti dini hari dan menjelang sahur, yang dinilai krusial bagi banyak perempuan.
Data Indonesia Health Insights Q1 2026 menunjukkan peningkatan pembelian produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc pada minggu terakhir sebelum Ramadan. Temuan ini dinilai mencerminkan upaya antisipasi masyarakat terhadap potensi gangguan kesehatan menjelang puasa.
Sementara itu, pada minggu pertama Ramadan, keluhan kesehatan didominasi gangguan pencernaan seperti maag dan GERD. Konsultasi terkait keluhan tersebut tercatat meningkat hingga 21% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum puasa.

