Kurma kerap dipilih sebagai pemanis alami pengganti gula pasir. Rasanya manis dan teksturnya legit, sementara kandungan nutrisinya membuat banyak orang menilai kurma lebih baik untuk kesehatan. Namun, penilaian tersebut tidak bisa disimpulkan hanya dari rasa atau label “alami”, melainkan perlu melihat perbandingan kandungan serta dampaknya pada tubuh.
Perbedaan utama kurma dan gula pasir terletak pada proses pengolahan dan komposisi gizinya. Gula pasir merupakan gula rafinasi yang pada dasarnya adalah sukrosa murni, dengan nutrisi yang hilang selama proses pemurnian. Akibatnya, gula pasir terutama menyumbang kalori tanpa manfaat gizi tambahan.
Sebaliknya, kurma utuh adalah bahan pangan yang masih mempertahankan komponen alaminya. Karena itu, selain rasa manis dari gula alaminya, kurma juga menyediakan nutrisi yang lebih beragam. Meski demikian, kurma tetap mengandung gula alami, sehingga konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berujung pada kelebihan kalori.
Dalam anjuran porsi yang disebutkan, konsumsi kurma disarankan setara dengan 40 gram berat bersih. Dengan takaran ini, kurma dapat menjadi sumber rasa manis sekaligus memberi asupan mikronutrien harian, tanpa berlebihan.
Sejumlah penelitian juga menyoroti pengaruh kurma terhadap kadar glukosa dan respons insulin. Walau terasa sangat manis, kurma dilaporkan memiliki indeks glikemik (GI) kategori sedang. Indeks glikemik adalah skala yang menggambarkan seberapa cepat suatu makanan meningkatkan gula darah. Dalam temuan yang dirujuk, gula kurma memiliki GI lebih rendah dibandingkan gula pasir konvensional.
Selain GI, perhatian peneliti juga tertuju pada kandungan polifenol dalam kurma. Polifenol merupakan senyawa tanaman dengan efek antioksidan. Beberapa temuan mengindikasikan polifenol dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga kurma dinilai berpotensi memiliki efek antidiabetes bila dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Untuk menjadikan kurma sebagai pengganti gula, penggunaan dalam bentuk buah utuh disebut sebagai pilihan terbaik karena tetap menyertakan serat. Sebelum diolah, biji kurma perlu dibuang terlebih dahulu. Kurma dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara, misalnya sebagai camilan dengan selai kacang dan taburan biji kakao, campuran smoothie sebagai pengganti madu atau sirup maple, atau dihaluskan menjadi pasta menggunakan food processor untuk dipakai dalam beragam resep.
Kesimpulannya, kurma menawarkan nilai gizi yang lebih beragam dibanding gula pasir yang bersifat rafinasi. Namun, karena tetap mengandung gula alami, porsi konsumsi tetap menjadi kunci agar manfaat yang diharapkan tidak berubah menjadi kelebihan asupan kalori.